POV Puspita Kumasukkan semua pakaian kotor ke mesin cuci, tinggal yang di tangan. Aku terus menatapnya dengan nanar. Berbagai kecamuk menghantam benak. Apa Mas Rasya selingkuh? Tapi kan, Mas Rasya pergi sama Ibu. Apa jangan-jangan Ibu tahu sesuatu? Dengan agak gemetar, akhirnya kumasukkan baju Mas Rasya ke mesin cuci. Baju itu jatuh berputar ke dalam tabung, lama-lama tenggelam dan membaur dengan pakaian lain. "Puus, makan dulu. Sudah, biar ibu saja nanti yang nyuci." Kuusap sudut mata yang lagi-lagi basah. Lalu dengan langkah pelan menuju ke ruang tamu di mana Ibu tengah duduk di samping Qila. Bocah itu tengah mengunyah makanan dengan lahap sampai tak mengindahkan kehadiranku. "Ayo makan ini. Mumpung masih panas tempe mendoannya." Ibu melambaikan tangan. Aku mengangguk, segera duduk

