POV Mira Aku terjaga ketika merasakan kecupan pelan di tanganku. "Mas Rasya," gumamku sambil membuka mata, begitu kecewa saat bertatapan dengan Kak Satria yang terlihat cemas. Tangannya mengusap pelan kepalaku. Kenapa lelaki ini ada di sini? Aku mendesah kecewa, mengalihkan pandang darinya menatap langit-langit kamar. Bukan ia yang kuharap kehadirannya, tapi Mas Rasya. Di mana Mas Rasya yang tadi membopongku kemari? Ingatan saat ia menggendongku membayang jelas di benak, membuatku terharu karena ia ternyata tak secuek yang kubayangkan. Kutatap pintu yang sedikit terbuka. Tak ada siapa-siapa di luar. Sungguh membuat kecewa. Bisa-bisanya mereka langsung meninggalkanku, tak peduli sama sekali. Tega sekali. Paling tidak, ia menungguiku alih-alih langsung pergi. Pelan, tanganku mengusap pe

