Part 49

1371 Words

POV Puspita "Apa yang mau kamu lakukan, Pus?" Mas Rasya mengikutiku masuk ke dalam kamar. Tanpa menyahut, aku segera menuju meja dan menghidupkan laptop. Benda itu berdengung pelan. Dengan cepat kuketik surat pernyataan di word. "Maksudmu apa? Kamu mau membebaskannya? Aku tidak setuju. Aku akan tetap memenjarakannya!" ucap Mas Rasya dengan wajah protes setelah membaca tulisanku sampai akhir. Surat penyataan ini intinya, kalau Mbak Mira sampai mengusik hidup kami lagi, maka konsekwensinya adalah dijebloskan ke penjara. "Mbak Mira sedang hamil, Mas. Aku gak tega." Kutatap Mas Rasya yang terlihat tak terima. Ia mendengkus kesal. Mungkin sebal pada tindakanku yang menggunakan hati untuk menyikapi hal ini. Tapi mau bagaimana lagi? Sebagai sesama perempuan yang tengah mengandung, aku sama s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD