Part 48

2107 Words

POV Mira "Aku akan masak," kataku gugup, mengalihkan pandang dari Puspita yang menatapku menyelidik lalu membalikkan badan dan melangkah menuju dapur. Di dapur, aku tak bisa tenang. Terus mondar-mandir dengan jantung berdetak sangat kencang. Napasku sedikit memburu dan keringat dingin menyerbu cepat membuat wajah, bahu, juga telapak tanganku basah. Bagaimana kalau Ibu benar-benar sadar dan menceritakan semuanya? Gawat-gawat. Bagaimana ini? Dadaku berdebar keras karena terus membayangkan yang tidak-tidak. Bagaimana kalau sampai Ibu menceritakan semuanya? Bisa berantakan semuanya. Bunyi derum mobil membuatku tambah was-was saja. Aku setengah berlari menuju kamar lantas menyambar HP, menghubungi Kak Satria. Tak menunggu waktu lama panggilanku diangkat. "Halo, Kak. Halo," kataku sambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD