Kompak, aku dan Mas Rasya tergesa menuju kamar. "Mana tas ibu, Pus?" tanya Mas Rasya sambil menoleh ke segala arah. Aku ikut mencari-cari, membuka lemari, melongok bawah ranjang, juga menatap ke atas. Tak tampak tas Ibu. Seingatku, aku meletakkannya ke dalam lemari. Maka aku menuju lemari gantung. Tapi tidak ada benda itu. "Di mana, Pus?" Mas Rasya terlihat tak sabar. "Mungkin di dapur, Mas." Tapi seingatku, aku meletakkannya di lemari gantung. Apa seseorang mengambilnya? Mas Rasya meraih HP-ku di sudut meja dan mulai menelepon. Terdengar dering HP. Sepertinya, dari arah kamar tamu yang ditempati Bapak. Bergegas aku menuju kamar Bapak. HP Ibu ada di meja. Aku duduk di kursi dan membukanya. Mas Rasya berdiri di depanku menatap layar HP yang terkunci dengan kode. "Apa kodenya Mas?" Kutat

