Part 43

2133 Words

POV Rasya Aku yang sedang mengurut kening langsung menegakkan tubuh saat Bapak mendekat ke arahku sudah mengenakan baju koko dan sarung kotak-kotak. Kopiah hitam bertengger manis di kepala. Rencananya, ijab kabul akan dilaksanakan di sini sebentar lagi. Orang-orang juga Mira dan ibunya sudah duduk di ruang tamu, sementara aku memilih tetap di kamar sampai penghulu datang. Sudah berkali-kali kuhubungi nomer Puspita, tapi lagi-lagi tidak aktif. Pesan yang kukirim hanya centang satu. Awas kamu Puspita saat bertemu nanti, bisa-bisanya dengan mudahnya menjauh. Membuangku begitu saja seolah aku memang bersalah. Aku tidak bersalah. Bahkan sampai sekarang, aku tak mengingat pernah melakukan hubungan terlarang dengan Mira. Ish. Dasar Puspita ucapannya tak bisa dipercaya. Katanya akan terus di samp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD