Bab 12

2686 Words

Bravendra tidak membuang waktu lagi. Sebagai dokter spesialis bedah jantung yang terbiasa bertaruh dengan detik-detik krusial di meja operasi, naluri medisnya mengambil alih total seluruh kepanikan di kepalanya. Ia mengurungkan niatnya memanggil pelayan ataupun perawat. Bravendra memilih bergerak sendiri. Pria itu enggan membiarkan siapa pun melangkah masuk dan melihat luka di tubuh Shanin, kejahatan brutal yang diukirnya sendiri di tubuh istrinya. Pria itu beranjak cepat menuju lemari khusus tempat ia menyimpan emergency kit pribadi. Jemari tegapnya yang berurat kaku merogoh cepat set vaskular, jarum abocath nomor 20, tiang infus portabel, botol cairan Ringer Laktat, hingga set injeksi analgesik dan antipiretik. Bravendra menyeret tiang infus ke sisi ranjang. Dengan cekatan, ia merobe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD