Bab 10

1400 Words

Melihat sosok suaminya yang mendekat dengan daada bertelanjang dan tato yang terekspos jelas, tubuh Shanin seketika menegang hebat. Napasnya tertahan di tenggorokan, dan kedua tangannya refleks meremas kain gaun yang ia kenakan hingga jemarinya memutih. Gemetar halus mulai merayapi seluruh persendiannya. Aura intimidasi yang dipancarkan Bravendra saat ini secara instan membangkitkan ingatan kelam malam pertama mereka di hotel. Bayangan kemarahan buta pria itu, cengkeraman jarinya yang menyisakan memar, rasa sakit saat bajunya dirobek paksa, hingga erangan ketakutan yang diabaikan—semuanya berputar cepat di kepala Shanin seperti mimpi buruk yang mendadak nyata kembali. Bravendra berhenti tepat di hadapan Shanin. Hawa hangat dari tubuh pria itu yang baru selesai mandi beradu dengan udara A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD