Bab 16

2740 Words

Shanin menarik napas dalam saat rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Nama yang baru saja diucapkan oleh pria di hadapannya seolah berubah menjadi dentang lonceng bahaya yang bergema sangat keras di dalam kepalanya. Pratama. Sosok sahabat lamanya yang sejak awal menjadi pemicu cemburu sang suami kini berada di hadapannya. Tatapan Pratama yang memancar penuh kehangatan serta rasa terkejut murni justru terasa bagaikan ancaman maut bagi Shanin. Pratama mempererat pegangannya di kedua lengan Shanin, memperhatikan raut wajah sahabat lamanya yang tampak memucat. “Shanin?” Ia mengamati wajah perempuan tersebut yang tertutup riasan tebal, lalu memindahkan buket bunga ke tangan kirinya. Shanin memaksa jantungnya yang berdegup kencang untuk melambat. Perempuan itu dengan cepat mengatur ekspre

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD