Ketika Tubuh Mengkhianati Jiwa

1418 Words

​"Tunjukkan mana yang lebih jujur—kebencianmu atau keinginanmu." ​Lea membeku, menyadari bahwa setiap gerakan yang ia buat adalah sebuah pengakuan dosa. Namun, kendali itu telah bergeser jauh sebelum ia sempat memilih. Ketika jemari Alex yang panjang mulai menjelajah lebih jauh, menekan lekuk pinggangnya dengan ritme yang sengaja diperlambat, pertahanan mental Lea mulai retak. ​"Ahh—" Lea mendesah tanpa sadar saat tangan Alex naik, meremas kulitnya dengan kepastian yang menyakitkan sekaligus memabukkan. Ia segera menggigit bibir bawahnya, mencoba menelan suara yang mengkhianati hatinya sendiri. ​"Jangan ditahan," bisik Alex, bibirnya menyapu daun telinga Lea dengan keintiman yang kejam. "Aku ingin mendengar setiap suara yang kau simpan untukku. Lepaskan, Arabella." ​Alex menarik tubuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD