Gue rasain sekarang Om eh, Mas Zulfan kalau kita sedang berdua sukanya genit sama gue. kadang ngedipin mata sebelah ,kadang bicara manja sama gue.AAAAH pokonya suka bikin gue enggak tenang lah!
"Laeee kamu masak apa hari ini?" katanya sambil berdiri di samping gue
"tumben bener manggil namanya!" sindir gue
"habisnyaaaa di panggil Siv malah diam saja ga pernah jawab!" kata Mas Zulfan sambil tersenyum menggoda
"makanyaaaa jangan ganti nama panggilan orang seenaknyaaaa" kata gue sinis
Si Mas Om cuma ketawa kecil dan masih saja berdiri di samping gue. Padahal udah gue coba jutekin juga, tapi tetep ja enggak peka tuh si Mas Om!
dan kalian asal tahu ya, ini sebenarnya bukan cuma di samping tapi udah makin mepet sama badan gue dan pake banget ini mah.
Mana wangi sabun mandi lagi badannya,bikin gue jadi gagal fokus ini mah!
"AAAAAAAww! sakiiiiit." tuhkan gue jadi keiris pisau. mana sakit lagi ini!
Mas Zulfan buru-buru narik tangan gue yang teriris dan langsung dia kemut sama mulutnya.
buset dah ini Om! bikin gue jantungan terus ini mah. mana itu mata malah natap gue tajam lagi.
dasar kamu ceroboh Lae, jadi ginikan jadinya.gerutu gue dalam hati
"Maaaaas, udah enggak sakit lagi ko!" kata gue sambil menunduk karena malu
Dia terlihat kaget dan langsung melepas jari gue yang dia kemut dan dia aga menjauh untuk kumur-kumur
"tunggu dulu, jangan dulu dilanjutkan." katanya sambil pergi
Guepun berdiri di tempat tidak berani beranjak sedikitpun. Tidak lama, dia datang dengan membawa kotak P3K
"Mana jari kamu yang sakit tadi!" katanya setelah nyuruh gue duduk dan dia duduk depan gue
Dengan rasa takut dan dak dik duk ni jantung,gue memperlihatkan jari gue yang dia kemut
Wadau! ko gue malah ingatnya jari yang dia kemut ya, bukan nya jari yang tadi teriris. sadar Laeeeee...!
Dengan telaten dia mengobati dan sekali-kali meniupnya supaya gue tak kesakitan. setelah itu, dia memberikan hansaplas pada luka gue
" Yang tadi yang udah di iris, buang saja. takut kena darah kamu. bisa-bisa aku kena rabies entar."
"Iiiiiiih Mas! memangnya aku ini anjing liar apa! dasar.lagian ya Mas, darah aku itu bersih. malahan kalau ada yang makan darah aku,aku jamin, dia malah bakalan jatuh cinta sama aku!" kata gue sedikit ngayal karena tadi gue lihat film pamvir.
pletak!!!
"AAAAww. sakit tahu enggak Mas! kejam banget jadi orang. mentang mentang Om-Om"
Cup!
Gue cengo kaget beneran ini mah.
Buseeeeet gue dicium. kenening maksud gue yang di cium itu kening gue
"Jangan ngayal berlebihan. tapiiiii, itu bisa jadi juga sih! karena aku sekarang jatuh cinta sama kamu setelah menghisap darahmu tadi." senyumnya tanpa melihat padaku
"Iiiiiih! dasar Om-Om mesuuuuum.cari kesempatan dari penderitaan orang lain!"
hehehe..."tapiiii, maua lagikan aku kemut atau aku cium lagi!" godanya makin menjadi
"MESUUUUUUM! udah ah, aku pergi masuk kamar saja.silahkan membuat makan sendiri!" kata gue dan tidak sengaja memukul lengannya aga manja-manja gitu.sebelum pergi. adaw Laeeee ko kamu bisa ganjensih!
namun gue tak jadi pergi karena tangan gue di tahan oleh Mas Zulfan.
"Iiiiiih jangan bikin aku salah tingkah, aku malah jadi malu iniiii!" kata gue sambil memukul tangannya lagi
Mas Zulfan tersenyum dengan apa yang gue katakan. dan gue buru-buru nepok mulut lemes gue.
dasar mulut lemes! lihat tuh si Mas Om jadi kepedean. gabisa apa jadi kembali si gadis kutub es kalau depan dia. jangan depan orang laen saja dong Laeeee!
"Aku beneran Laeeee kalau aku sudah jatuh hati seperti ini sama kamu."
CUP!
Dia mencium pipi gue tanpa ada pemberitahuan telebih dahulu. dan peringatan apapun.
"Iiiiih Mas! jadi orang ko m***m banget sih! lepasin aku lepasiiiiiin."
gue berontak karena Mas Zulfan malah melingkarkan tangannya di pinggang gue
"Enggak bakalan! kalau kamu malah mau pergi bukannya buatkan aku makanan. kamu mau, kalau aku potong gaji kamu, atau kamu mau kita kaya gini saja sampai kita puas. dan kita bisa melakukan___" Mas Om memajukan kepalanya
waduuuuh, tanda bahaya ini mah! bisa-bisa jadi korban bibir kesayangan gue ini.
'OK ok aku mau masak, asal jangan kaya gini. lepasin tangannya dan kamu duduk sana di kursi janganganggu aku." kata gue dengan buru-buru melepaskan tangannya dari pinggang gue
"Tapiiii, tanggung ini dikit lagi kena loh." katanya sambil mengusap bibir manis gue
"APAAAAAA!!! ENAK SAJA!" kata gue sambil langsung mencubit pinggang nya dengan kencang
"Aaaaaaaaww!!! ampun Lae ampuuuun" katanya sambil megang tangan gue meminta untuk dilepaskan
Gue melepaskan cubitannya. kalau kaga, bisa berabe ini mah. setelah itu, gue kembali pada masakan yang tadi gue sempat tingggalkan.
Hari ini rencananya gue mau membuat sayur asem, ayam goreng, tahu dan tempe, sambel dan juga lalaban. yang kebetulan Mas Zulfan suka juga sama lalaban apalagi yang mentah.katanya lebih segar kena badan.
30 menit masakan yang gue siapkan sudah beres semua malahan sudah tertata rapi di meja makan depan Mas Zulfan
'Silahkan makan Mas Om, eh. Mas Zulfaaaan." ralat gue sambil tersenyum dan beranjak mau pergi
'Mau kemana kamu? "katanya sambil menatap gue yang hendak pergi
"ke kamar lah! kan sudah kelar masaknya." kata gue memasang senyum
"siapa yang mengijinkan kamu pergi untuk masuk ke kamar! sini, ambilkan aku nasi dan lauk pauknya. tapi, sambal dan lalabannya di pisah." katanya sambil menyilangkan tangan di dada
Ya ampuuuuun dia kira gue ini isterinya apa! sampai harus segitunya. tapiii, karena takut ancaman, yang tidak di inginkan dan gajih yang di potong, terpaksadah gue kerjakan apa yang dia mau sambil memasang senyum palsu.
"terimakasi. dan kamupun duduk makan temani aku." katanya sambil mulai makan
karena enggak mau berisik ngomel,gue pun duduk di seberang tempat duduknya dan makan bareng Mas Om.
suasana makan hening banget.gue suka dengan kaya gitu karena ini mengingatkan gue sama suasana rumah ketika dalam acara makan.
"gimana sekolah kamu apa ada kendala?" kata Mas Om ketika kami selesai makan
"Baik dan lancar" kata gue singkat , padat dan mudah-mudahan di mengerti.
"Syukurlah kalau begitu. tapi kalau ada kendala, kamu bisa nanya sama saya. mungkin saya bisa menbantu kamu untuk menjelaskan." katanya dan pergi meninggalkan gue sendiri
Gue langsung beres-beres meja dan mencuci barang yang tadi gue gunakan untuk memasak.
Biasanya kalau di rumah, setelah masak dan makan,Umi yang suka melakukan ini semua tapi karena gue di sini hanya seorang ART jadi yaaaa gue yang harus melakukannya.
'kalau ada kendala, kamu bisa bertanya pada saya.mungkin saya bisa membantu kamu' kata-kata itu terus terngiang di telinga gue. tapiiii, gue ga terlalu heran. karena kata ayah Mas Om pernah jadi guru honorer di sekolah keluarganya selama 5 tahun
"Non, ko di cuci sendiri.biar bibi aja yang nyuci Non. entar tangan Non yang lembut malah jadi kasar loh!" kata Bi Sami yang mendekati gue yang sedang mencuci perabotan dapur.
"Bibi bisa saja. lagian biarkan saja Biii... itung-itung belajar sebelum menikah iyakan!" gue tersenyum
PLETAK!
kening gue terasa ada yang menjitak. dan benar saja, itu Mas Om yang masuk dapur hendak mengambil minum
"Jangan dulu memikirkan menikah,sekolah dulu yang benar." katanya sambil pergi
"Lagian emang ada yang mau sama cewek keras kepala dan es batu kaya kamu?" katanya sambil berbalik melihat gue dan langsung mengedipkan mata menggoda
"Iiiiih. dasar Mas Om MESUUUUUM!" kata gue berteriak jengkel
"Jangan berteriak ,ini bukan hutan atau kebun binatang, ini tuh rumah" katanya sambil berlalu pergi
"Iiiiih tukan Bi, kalau Mas Om itu suka genit sama aku." kata gue meyakinkan Bi Sami yang suka tak percaya bila gue bilang Mas Om suka genit.
Bi Sami hanya tersenyum dan pergi untuk mengambilkan minum untuk suaminya yang sama-sama bekerja disana.
"Bener-bener isteri yang patut di contoh" gumam gue sambil tersenyum
"Makanya jadilah isteri penurut sayaaaang."
Cup! Cup!
Gue kaget kareana Mas Zulfan langsung nyerang dengan mencium pipi gue dan langsung berlari menjauh karena takut gue semprot sama air kran cuci piring
"MAS ZULFAAAAAAAAAN...!!!!!" teriak gue
Dia malah tertawa karena berhasih sudah ngerjain gue.
***************
BY Limuuuuup