Obat Tidur

1122 Words

Pagi-pagi sekali, Hasna sudah menelpon Meli karena ingin memastikan kalau ibu angkatnya itu baik-baik saja. Hasna sangat khawatir, dia takut jika Meli dan Taufik mengalami suatu hal yang buruk yang dilakukan oleh Aida. Sayangnya, nomor Meli tidak aktif. Hasna semakin cemas karenanya. Namun, ini masih terlalu pagi untuk mengutarakan sebuah kesedihan. Hasna mesti menebar senyuman supaya Arga bisa semangat berangkat kerja. "Pak Ar, sarapannya udah siap, aku nyusuin Hanun dulu, ya." Hasna mengambil putri kecilnya ke dalam gendongannya. Arga tersenyum, merasa kasihan dengan kekasihnya yang sangat kerepotan. Arga ingat kembali perkataan Meli kemarin yang memintanya mencari pembantu dan Arga akan mencarinya hari ini juga. "Iya, Sayang. Terima kasih." Arga malah duduk di samping Hasna. "Kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD