Hasna tidak mengerti dengan keadaan tubuhnya yang terasa berubah drastis. Dari segar bugar, kini menjadi lemas tak tertahankan. Awalnya, Hasna kira ini hanya kantuk biasa yang disebabkan oleh kekenyangan. Akan tetapi, dia tak mampu menahan kantuk itu. Mata memerah, pandangan kabur, dan tubuhnya seolah kehilangan tulang. Lemas. Akhirnya Hasna tidur di sofa ruang tamu. Hening. Hasna seperti orang pingsan setelah beberapa menit berusaha melawan rasa kantuk itu. "Lapor, target sudah terkena efek obat itu. Dia tidur di sofa." Richard menghubungi Serin yang memonitornya dari kejauhan. Sejak tadi, Richard memang sudah berada di sekitar rumah mewah tersebut dan memantau diam-diam dari balik jendela. Mengintip Hasna yang asik makan hingga akhirnya tumbang. "Bagus. Sekarang lakukan tugasmu. B

