Suasana rumah megah nan luas milik Hasna yang merupakan hadiah kehamilan dari Arga terpantau sepi saat pagi hari. Taufik dan Meli memilih untuk membereskan dapur dan halaman belakang, mereka merasa malu kalau hanya berdiam diri selama tinggal di sini. Hanun sendiri masih tertidur pulas karena sempat bangun cukup lama untuk nyusu subuh tadi. Karenanya, Hasna menggunakan kesempatan waktu luang itu untuk membereskan pakaian miliknya yang masih disimpan di dalam koper. Dari dalam kamar mandi yang berada di kamar utama milik Hasna dan Arga, terdengar suara siulan Arga yang tengah mandi. Sesekali lelaki tampan itu juga bernyanyi membuat Hasna senyum-senyum sendiri mendengarnya. Hasna menatap sekeliling kamar yang bahkan lebih luas dari kontrakannya itu dengan penuh rasa syukur. Hasna bahagia.

