Pernyataan cinta yang terlontar dari mulut Hasna, sungguh membuat Arga semakin lupa diri. Dia semakin mempercepat gerakannya hingga membuat Hasna berulang kali mencapai puncak, tetapi Arga masih belum mencapai puncaknya. Arga begitu menikmati penyatuan mereka. Dulu dia memang selalu berusaha agar tidak menyentuh Hasna demi menjaga kehormatannya. Namun, karena sang mama memaksa dan menjodohkannya dengan Serin, maka dia terpaksa mengingkari janji demi menjerat Hasna. Apalagi kini Hasna sudah menyatakan cinta padanya, maka sudah tidak ada lagi yang menghalangi. Arga ingin agar Hasna segera mengandung benihnya, sehingga sang mama akan membatalkan perjodohan dengan Serin. “Hasna, aku sangat mencintaimu. Aku ingin kamu segera mengandung benihku, Sayang. Aahhhh ….” Arga mengulum bibir Hasna s

