"Ngapain kamu ke sini Nidya? Mau menertawakan ku kan?" Ucap Deanova sarkasme dengan senyuman sinis di sudut bibirnya, Deanova menatap tajam ke dalam manik Nidya, ia akui Nidya tampak semakin cantik dan terlihat bahagia, tentu saja karena Nidya baru saja menikah dengan Bagas laki-laki yang dicintainya beberapa hari yang lalu, sedangkan nasibnya sekarang harus membusuk di dalam balik jeruji besi. "Kenapa Bagas nggak ikut bersamamu?Jangan bilang kamu ke sini tanpa seizinnya?" Lanjut Deanova menatap tajam pada Nidya yang menatapnya dengan sendu. Mata Nidya berkaca-kaca mendengar ucapan dingin Deanova padanya. Sebelum menjawab Nidya memperhatikan penampilan Deanova yang berantakan. Tatapan dan sikap hangat Deanova padanya telah berubah dingin dan membekukan sekarang. "Bagas menungguku di lua

