Sesampainya di halaman rumah, Bagas dan Nidya disambut dengan seluruh keluarga yang sudah menunggu di teras kediaman Lasmana dengan senyuman lebar membingkai wajah mereka. Setelah Bagas dan Nidya turun dari mobil Pak Rahmat segera membawa koper yang berisi pakaian Bagas dan Nidya masuk ke dalam rumah kemudian meletakkan di kamar mereka. Dengan mata berkaca-kaca Nidya merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Rizky yang berlari ke arahnya lalu menciumi seluruh wajah Rizky dengan berurai air mata. Selama di Bali Nidya tak henti-hentinya memikirkan Rizky meskipun Nidya yakin Rizky akan baik-baik saja bersama keluarga Bagas. Namun ibu mana yang tak bersedih bila berpisah dengan putranya walau sedetikpun. "Kenapa nggak kalian ambil jatah seminggu yang Papa kasih untuk bulan madu kalian?" Ta

