Duapuluh

2060 Words

"Takdir mana ada yang tahu. Kalau jodoh kamu itu aku, jangan di undur-undur lagi." - Revin ••• "Jadi gimana tawaran gue seminggu lalu?" Risa yang masih fokus dengan novel barunya, tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara Revin yang kini sudah berada di hadapannya. Risa memang sedang ada di lapangan basket, menemani Revin latihan. Tapi seingatnya, terakhir tadi Revin masih berlatih di sana, dan sekarang anak itu sudah ada di hadapannya. "Udah selesai latihan kan? Yaudah, balik yuk!" Ucap Risa mengalihkan pembicaraan. Revin tidak boleh melihat wajahnya yang memerah menahan malu. Revin yang sedang meneguk minumannya, langsung menahan pergelangan tangan Risa saat gadis itu ingin beranjak. Tatapannya kembali bertemu pada gadis manis itu. Benar kata Rival, kalau dia saja tidak berani memberi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD