Tigabelas

2207 Words

"Lo itu adek gue, jadi jangan percaya orang lain selain gue!" - Radit ••• "Val, buka pintu dulu..gue mau ngomong! Gue bisa jelasin semua!" Radit masih berusaha membuka pintu kamar Rival. Dia sama sekali tidak mempunyai kunci cadangan. Sedangkan kini Rival mengunci pintunya dari dalam. Setahu Radit, Rival itu anaknya nekad. Dia tidak mau bila adiknya akan berbuat yang tidak-tidak di dalam sana. "Kita ngomong dulu, Val. Biar gue jelasin semua." Sekali lagi, Radit masih mencoba membujuk Rival. Walau sia-sia, karena anak bahkan tidak menjawab sama sekali. Radit juga tidak bisa mendengar apa yang adiknya lakukan di dalam. Tangan Radit masih berusaha membuka pintu kamar Rival, lalu beralih kembali mengetuknya. Bagaimanapun agar adiknya membuka pintu, sebelum dia mendobraknya. Sedangkan ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD