"Mulai sekarang, anggap gue bukan prioritas kalian lagi." - Rival ••• "Lo pernah bayangin gak, kalau lo bukan anak kandung nyokap sama bokap lo?" Pertanyaan Rival sontak membuat ketiga temannya menatap kearahnya. Kini mereka sedang berada di taman sekolah. Dengan Rival yang tidur di kursi taman, dan menggunakan tangannya sebagai bantal. Pandangannya kosong menatap angkasa di atasnya. Sungguh, kejadian kemarin masih memenuhi pikirannya. "Ngomong jangan ngaco, Val!" Balas Fandi yang semula sibuk dengan ponselnya. "Kalau lo bukan anak nyokap bokap lo, gimana?" Lagi-lagi pertanyaan Rival terlontar, dan kini pandangannya mengarah pada Fandi langsung. Laki-laki itu jelas bingung, "gak pernah gue bayangin, Val. Lagi pula di akte kelahiran gue itu sah, gue anak mereka. Jadi kenapa harus pus

