"Pelukan paling damai adalah pelukan mama. Dan semesta." - Rival ••• Bahwa ada satu keyakinan, yang Rival percayai selama ini. Memaafkan adalah salah satu jalan kedamaian terbaik. Dan, dia tidak ingin menyimpan benci bila suatu saat, Tuhan memanggilnya pergi. "Gue tanya sekali lagi. Lo yakin?" Radit berdiri dihadapan Rival. Menatap lekat wajah pucat adiknya yang kini sudah terbalut hodie kebesaran milik Revin. Sesuai dengan keinginan Rival kemarin. Dia ingin bertemu mama dan memperbaiki semuanya. Walau kata Radit, ini pertemuan terakhir. Karena setelahnya, Radit akan menutup akses mereka untuk bertemu. Tidak masalah untuk Rival. Dia juga tidak tahu sampai kapan waktunya, bukan? Rival mengangguk mantap. Mengukir senyum penuh ketulusan. Dia tidak akan menyesal, sekalipun mama menolak

