"Semesta masih mengijinkanku untuk tetap tinggal. Walau aku tahu, hariku takkan sama lagi." - Rival ••• "Bang, lo bisa gak liatin gue jangan kayak gini. Udah 10 menit lo di depan gue tanpa ngomong apapun." Ucap Rival. Iya dia sudah sadar sejak 1 jam yang lalu. Dan kini, sudah sekitar 10 menit Radit duduk disebelahnya dan terus memandanginya. Membuat Rival sedikit risih, tapi tak bisa dipungkiri bahwa dia juga rindu. Rival bahkan tak ingat bagaimana sakitnya saat terakhir kali penyakit itu menyerangnya. Membuat tubuhnya begitu lelah saat terbangun tadi. Tapi dia bersyukur, ternyata dia masih ada diantara kakaknya. Bukan bertemu papa. "Bang, hitungan ketiga lo gak ngomong , gue minta lo tuker tempat sama Bang Revin." Memang dasarnya Rival itu menyebalkan. Nada suaranya masih masih berget

