"Aku percaya bahwa keajaiban semesta tidak pernah berdusta." -Rival ••• Dua bulan sudah Radit tidak menemukan keberadaan Revin. Seakan mama benar-benar menutup akses untuk mereka bisa bertemu. Seakan mama benar-benar mencoba menghilangkan Revin dari hidupnya. Hampir semua rumah sakit sudah sempat Radit datangi. Namun tidak ada pasien atas nama Revin disana. Pikirnya, mungkin mama membawa Revin ke luar kota, atau kembali ke Singapura. Tapi, kemungkinannya pasti kecil, mengingat kondisi Revin yang masih kritis saat dipindahkan mama dulu. Entah bagaimana kondisi Revin saat ini. Yang Radit ingin, setidanya dia tahu bagaimana kondisi adiknya. Walau mama belum ingin mengembalikan Revin padanya lagi. "Makan dulu, ya. Tadi Kak Amel dateng bawain sarapan." Radit mengambil posisi di sebelah Ri

