"Dan kini, semesta membawa lari separuh dari hembus nafasku." - Rival ••• "Kak maaf ya.. kemarin aku nyusahin Kak Amel ya?" Sedari tadi, Amel yang menemani Rival karena Radit harus mengurus bengkel. Kata Radit hanya setengah hari, dan dia akan kembali siang nanti. Lagi pula untuk saat ini kondisi Rival sudah jauh membaik, tidak lagi membuat khawatir seperti kemarin. "Kata siapa nyusahin? Buat panik, iya." Senyum Amel membuat Rival ikut tersenyum. "Kakak cuma khawatir, jadi gak tahu harus gimana. Untung ada abang kamu." Rival mengangguk, "abang pulang jam berapa?" "Katanya setelah handle customer langsung kesini, mungkin jam 2. Kenapa? Mau nitip sesuatu?" "Enggak, kak. Mau ketemu Bang Revin, yuk?" Amel kembali mendekatkan potongan buah yang baru selesai dikupasnya. "Tunggu Bang Radi

