Acara wisuda tidak akan lama lagi akan diadakan kabar bahagia datang dari Alia yang ternyata sedang mengandung di saat akan wisuda, namun satu hal aku tidak melihat kebahagiaan di wajah Alia dan sangat berbeda dengan suaminya yang tersenyum bahagia. Aku berharap segera hamil anak Tian walaupun Tian tidak pernah menuntut diriku agar segera hamil, begitu juga dengan orang tua Tian yang tampak santai saja. Berbeda dengan Boy yang selalu bertanya di mana adik bayinya ini akan ada membuat aku suka bingung menjawab pertanyaan Boy. "Minggu depan wisuda?" tanya Tian yang langsung aku angguki "sudah siap semua kan?" aku mengangguk "setelah wisuda kita bulan madu" mencium bibirku sekilas. "Siap, kapten" membuat Tian tertawa melihat sikapku. "Boy belum punya adik selalu minta Endi dibawa ke sini

