28

1018 Words

Kebiasaan aku yang baru adalah mengikuti Tian ke kantor setelah mengantarkan Boy sekolah dan memulangkannya di rumah istri Tian sampai sore. Kesibukan aku kuliah sudah sedikit berkurang karena beberapa mata kuliah sudah mendapatkan nilai yang bagus jadi aku hanya tinggal skripsi. Kelakuan kami ketika di kantor Tian adalah menuntaskan hasratnya, jika seperti ini aku tidak ada bedanya dengan Tania. Tian ingin aku berada di sampingnya apabila dia menginginkan aku harus siap kapanpun itu, aku tidak masalah asal belum hamil saja anak kami berdua. Tapi jika aku ada bimbingan dan harus ke kampus kegiatan itu tidak akan ada karena Tian akan melakukannya nanti ketika di rumah tanpa henti. “Sudah ok semua ini” ucap Prof Adrian “kapan mau sidang?” menatapku sambil menunggu jawaban. “Kapan jadwaln

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD