"Kau tak cuti hari ni Mel?",tanya Ildan pada Amelia.Amelia mengerutkan dahinya."Cuti??Untuk apa?",Ildan merasa hairan,setahunya hari ini Putera akan terbang ke Malaysia.Mungkin Putera mahu buat surprise untuk Amelia.'ting'notifikasi hape Amelia berbunyi."Kamu dimana sayang?"chat semestinya dari kekasih hatinya dan Amelia tersenyum membaca chat tersebut."Aku lagi di gym mas,udah mau berangkat pulang".Balas Amelia."Ouh,begitu,kamu ga kemana-mana kan setelah pulang?",aneh?Iya,Amelia merasa sangat aneh dengan soalan Putera."Nggak kayaknya mas,memangnya kenapa?"."Tidak kenapa-kenapa,cuma bertanya".Jawab Putera dengan penuh hati-hati.Putera sebenarnya sudah sampai di kawasan gym tempat Amelia bekerja.Dan hal ini sudah diketahui Ildan kerana Putera akan menginap di rumah Ildan untuk beberapa hari kedepan."Nanti kalau dah sampai,kabarin mas ya sayang.Hati-hati drive nya ya".Kata Putera."Iya mas,aku berangkat dulu ya",balas Amelia dan dia melambai tangan buat Ildan.Ildan tersenyum sambil menggeleng kepala.'Ini kalau Mel tahu yang aku tahu Putera ke sini,habislah aku',gumam Ildan sendirian.
"Huh,penat betul hari ni,eh,lupa pula nak chat buah hati ku".'Mas,aku udah dirumah ya,mau mandi dulu nanti aku call mas ya',Amelia menghantar chat buat Putera namun tiada balasan dari Putera,hanya meninggalkan tanda biru pada ruangan chat tersebut.Amelia menanti balasan dari Putera,tidak juga dibalas,sehingga beberapa minit kemudian."Assalamualaikum"ada yang memberi salam di pagar kediaman Amelia."Siapa yang datang petang-petang ni?Lelaki pulak tu,tak mungkin ex husband aku,awal betul hantar anak-anak",setahu Amelia,anak-anak minggu ini menginap dirumah mantan suaminya.Tapi siapa yang datang?Amelia bergegas keluar dan sebelum dia keluar,dia mengintip dari pintu kaca dibalik langsir."Astaghfirullohalazim,macam mana dia boleh ada kat sini????",iya,Putera yang memberi salam tadi di pagar rumah Amelia."Waalaikumsalam,mas!!!kapan mas sampai?kenapa mas tak kasi tahu aku kalau mas mau datang ke Malaysia?Ada urusan apa mas ke mari?"Amelia sebenarnya happy tapi dalam masa yang sama kaget."Sabar Mel,kasi mas masuk duluan donggg,gerah banget ni sayang",kata Putera sambil mengibas-ngibas kaos yang dipakainya."Eh,i-iya iya,jemput masuk mas",pelawa Amelia.Dan mereka berdua masuk kedalam tetapi pintu rumah dibuka luas kerna tidak mahu difikir yang bukan-bukan dari tetangga Amelia.
"Mas kesini buat nemui kamu,kerna beberapa hari ni mas perasa kamu tidak seperti selalu,seperti tidak seceria sebelumnya,jadi,mas ga mau berantem sama kamu,makanya mas ambil keputusan untuk kemari,mas nginapnya di rumah ibu.Bukan di hotel,nanti saat kamu mau terbang ke Indonesia,bareng mas ya",Putera membeli penjelasan panjang lebar dan itu membuat Amelia sedikit tertegun dan juga dia mulai membuat muka cemberutnya."Jangan ngambek donggg,lucu mukanya",Putera memujuk Amelia sambil mengelus lembut pipi Amelia."Makanya jangan bikin aku kaget mas,kalau aku ga lagi dirumah tadi gimana?".Tanya Amelia tak mau kalah."Lah,bukankah tadi kamu bilang udah dirumah?Waktu kamu keluar dari gym juga tadi mas bisa lihat kamu lho,tapi mas bilang ke supir,ikut kamu dari jauh aja,takut ketahuan,haahaaaa,awwwwww,jangan gitu sayang mas",Amelia mencubit manja perut Putera."Terus,mas mau apa sekarang?",tanya Amelia."Mas mau kamu masak buat mas,mas denger kalau kamu itu jago dalam masakkan,bisa kan sayang?".Amelia nampak menimbang-nimbang permintaan Putera."Hmmmmmm,baiklah,tapi di freezer sama chiller ga ada lauknya mas,kita harus belanja dulu ya".Amelia gemes dengan Putera,dia mencubit manja pipi Putera tetapi lumayan buat nya sampai meningalkan kesan kemerahan,iyalah,Putera kan berdarah bule.Jadi lumayan kulitnya putih.
KIni,mereka berdua berada di salah satu supermarket langganan Amelia setiap minggu.Semua mata melihat ke arah mereka.Tiba-tiba,"wahhh,dah ada jantan mat saleh pulak ya,ingatkan tak laku",Putera melihat ke arah Amelia dan berbisik,"Kamu kenal mereka?",lalu Amelia menjawab."Iya,mantan mertuaku dan mantan iparku"."Oooooo,pantesan,sini tangan kamu".Amelia melongo,tapi seperti terhipnosis,Amelia menghulurkan tangannya.Dan Putera menggenggam tangan Amelia dengan sangat romantis."Kamu mau masak apa untukku hari ni sayang?",Putera sengaja menguatkan suaranya dan sewaktu dengannya,mantan Amelia benar-benar berada di belakang Amelia."Hmmmm,mas mau makan apa?bilang aja,nanti aku masakkan special buat mas".Jawab Amelia tak kalah kuat suaranya."Wahhhh,ingatkan betul-betul mat saleh,mat indon rupanya,hahaha,habislah kau".Kata orang tua tersebut.Muka Amelia sudah merah menahan marah sebenarnya tapi Putera sangat pandai membuat Amelia luluh hati."Udah sayang,pedulikan manusia seperti mereka,bukan mereka dapat uang berjuta dengan mengatakan hal-hal yang tidak bagus",pujuk Putera.Lantas mereka beralih ke tempat lain.Eh,masih juga si mantan mertuanya mengikutnya.Apalagi yang dia mau,Amelia juga tak pasti.Dan seperti yang telah ada dipikiran Putera,dia sengaja melingkarkan tangannya ke bahu Amelia,tampak seperti sedan memeluk Amelia.Sebenarnya Putera mengambil kesempatan ini.Amelia aja yang tidak perasan tapi dia nyaman sekali dengan perlakuan Putera terhadapnya.Mereka terlihat seperti pasangan bahagia.Dan Amelia tersenyum puas melihat mantan mertuanya pergi dengan muka yang masam.Putera masih lagi dalam posisi yang sama dan itu membuatkan Amelia tersenyum sendirian.
Setelah membayar belanja mereka yang tadi,Amelia terus membawa Putera pulang ke rumahnya.Dan terjadilah adegan masak memasak dari sepasang kekasih tersebut di dapur.Setelah satu jam setengah mereka berkutat di dapur,Amelia kelihatan lelah sekali.Dan Putera meminta Amelia mandi terlebih dahulu sebelum mereka makan malam.Setelah selesai ritual mandi Amelia,mereka lansung makan."Mantan mertuamu itu,mulutnya pedas sekali ya,memang begitu sikapnya kah?Bagaimana sikapnya sewaktu kamu masih menjadi menantunya?",tanya Putera penasaran."Biarlah mas,begitulah aku waktu masih menjadi menantunya,hari-hari kupingku panas mendengar ocehan darinya,ya mau gimana lagi,aku harus bersabar lah,kalau aku adu pada mantanku sekalipun,jawapan yang aku terima cuma satu,biasalah,orang tua,itulah jawapan yang aku terima dari nya selama lima tahun",Putera nampak meneliti setiap perkataan yang dikeluarkan oleh Amelia."Yang sabar ya sayang,menurutku,apa yang dikatakan mantanmu,memang benar cuma mungkin caranya salah kerna tidak membelamu",kata Putera.Amelia malas untuk membahas soal mantannya."Ya udah ya mas,aku lelah,penat,mau rest.Kamu bisa pulang kan?Atau mau aku menghantarmu ke rumah Ildan?",tanya Amelia."Ga usa sayang,aku bisa call supirku.Tadi juga dia yang menghantarku kesini,kalau kamu mau tidur dulu,ya udah,tidur aja,nanti aku kuncikan semua pintumu",tawar Putera."Baiklah,aku masuk kamar dulu ya,maaf,aku benar-benar kelelahan".Kata Amelia.Dan setelah satu jam,Putera sudah begitu yakin Amelia tidur,supirnya juga sudah datang dan dia mengunci semua pintu rumah Amelia."Selamat malam calon istriku",gumam Putera perlahan sambil memandang ke arah rumah Amelia sebelum dia berangkat pulang ke rumah Ildan.'Nanti bangun kamu bersiap ya sayang,aku datang jemputmu,kita jalan-jalan,minta izin dari bossmu nanti atau aku yang akan minta Ildan kasi tahu boss kamu',Putera menghantar chat buat Amelia tetapi sepertinya tidak akan dibaca oleh Amelia kerana dia sudah tertidur pulas.