“Hari ini kelas kosong.” Langkah Rindu terhenti, padahal dia baru saja tiba di kampus. Nafasnya tersengal-sengal, dan kakinya terasa lemas. Dia berlari menaiki anak tangga, karena lift penuh. Dan mendadak kelas di cancel? COK. Rindu mengumpat dalam hati. Tau gitu dia gak akan mandi pagi. Gak akan lari-lari dari kosan ke kampus. Padahal dia hanya punya satu jadwal kelas, dan itupun di cancel. Sebelum Rindu kabur, Miquel dan Pandu sudah melihatnya lebih dulu. Padahal rencana awal Rindu adalah kembali ke kosan dan tidur. Karena kejadian semalam, Rindu jadi susah tidur. “Lo kenapa deh, gak biasa ada mata panda.” Pandu menatap Rindu heran. “Semalem gue gak bisa tidur.” “Lo sakit?” tangan Miquel langsung menyentuh kening Rindu. “Gak panas juga kok, tapi kok lo gak bisa tidur?” “Ishhh…jan

