17 – A Hug?

1922 Words

Nafas Rindu tinggal satu-satu. Otaknya yang pintar tidak bisa mengalir, hingga dia memilih naik tangga saat ada lift. Sekarang dia sudah ada di hadapan pintu Ragata. Tangannya gemetar. Ragu untuk mengetuk, atau…. Pintu itu terbuka sebelum tangannya sempat menyentuhnya. Seorang wanita berdiri di hadapan Rindu. Sontak Rindu menelan ludah kasar. Siapa wanita itu, dan kenapa bisa ada di ruangan Ragata? Jas putih yang melekat di badannya dan name tag di dadanya cukup memberitahu Rindu bahwa gadis itu adalah dokter. “Aww…cari siapa?” sosok itu bertanya sedikit sinis, dan memandang Rindu dengan tatapan sinis. “S…saya….” “Lo kenapa belum pergi?” suara itu terdengar dari dalam. Rindu tidak perlu berjinjit karena pada akhirnya sosok yang dia cari muncul juga di depan pintu dengan wajah kusam. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD