Aku begitu tak sabar menunggu hari ini. Ku tidak sabar bertemu Ryuzaki dan memberitahunya bahwa aku akan menerima hadiah yang ia berikan,, hadiah yang seharusnya bisa kuterima kemarin. “Tumben pakai lipstik, Nir?” tanya Dewi. Aku segera dengan cepat menyembunyikan lipstik yang kupegang kebalik badanku. Dewi tertawa melihat tindakanku itu. “Apaan sih, pakai aja, Mal. Dari dulu aku sudah bilang, kamu pakai aja tiap hari, gak apa-apa. Namanya kita perempuan, kan gak ada yang salah kalau tampil dengan polesan make up agar bisa terlihat lebih cantik.” Ucap penuh bijak Dewi yang terlihat sudah cantik juga pagi ini. Sebenarnya kalau Dewi memang selalu terlihat cantik setiap hari, dia tidak melewatkan seharipun tanpa makeup tipisnya, kecuali dia sedang sakit yang membuatnya harus terbaring lema

