Seperti hari sebelumnya, hari ini dirumah begitu heboh karena aku akan mengikuti tes terakhir. Pagi-pagi buta ibuku bahkan sudah menelpon dan memberi semangat, membuatku begitu terharu.Namun tak bisa kupiungkiri, hal ini membuat beban dipundakku terasa semakin berat rasanya. Ibu sudah begitu berharap agar aku bisa lulus tes, jadi aku harus berusaha untuk mewujudkan harapan dan doanya itu. Pagi ini, sama seperti kemarin Dewi jugalah yang akan mengantarku pergi menuju tempat tes. Aku bersiap-siap dan menunggunya dihalaman home stay ketika ia sedang memanaskan mesin motor diparkiran sebelum kami gunakan. Saat itulah, aku melihat sebuah mobil hitam bersih mengkilat memasuki halaman home stay. Aku menduga mobil itu adalah mobil yang digunakan Ryuzaki. Saat seorang pria turun dari bangku depa

