Tekan love bisa?
happy reading...
****
Sepulang sekolah, Elzata tidak menyangka ia akan ditarik secara paksa oleh empat orang cewe-cewe kedalam toliet. Awal nya, Elzata berniat pergi ketoko buku sendiri karena indah katanya sedang ada urusan keluarga dan dimas demikian. Alhasil ia berjalan sendiri dan mulutnya dibekap tiba-tiba.
Elzata menatap heran keempat cewe dihadapan nya. tidak ada yang memulai pembicaraan kecuali salah satu cewe yang menatap nya remeh. Elzata memberanikan diri untuk bertanya.
" Ada apa? " tanya Elzata sontak membuat keempat cewe itu tertawa sinis.
" Lo tanya kenapa? " ulang salah satu cewe dengan pakaian amburadul yang terlihat mencolok dari teman-teman nya.
" Lo mau pura-pura lupa? " tanya teman disebelah nya lagi.
Elzata menatap mereka bingung. " Maksudnya apaan? "
Tanpa diduga salah satu dari mereka menarik rambut Elzata secara kasar sehingga membuat Elzata meringis menahan sakit.
" Hei... gue Tasya! Lo pernah buat masalah sama gue! " desis Tasya ketelinga Elzata.
" Masalah apa? " Elzata benar-benar bingung sambil menahan sakit dikepalanya yang makin menjadi.
" Lo gausah pura-pura lupa! kemana cewe pemberani yang ada dikantin waktu itu? "
Karna merasa tidak kuat, Elzata akhirnya mengalah. " Gue minta maaf. " tutur Elzata walaupun ia tidak tau masalah apa yang diperbuat nya.
" Minta maaf? gasemudah itu ferguso! ck. " Tasya melayang kan tamparan nya kearah pipi mulus Elzata, sontak membuat Elzata meringis menahan air matanya yang siap tumpah. " Kemarin gue dihalangi Alter buat nampar lo, sekarang gue puas! "
" sya ambil ember tadi aja langsung kita siram. " kompor cewe berambut ikal yang bername tag felice.
Tasya mengangguk sehingga ketiga teman nya keluar dari dalam toilet, dan sekarang hanya ada Elzata dan tasya. karena sama-sama sendiri akhirnya elzata melawan dengan memutar tangan Tasya dengan mudah bahkan sampai membuat tasya meringis.
" lepasin! " teriak tasya.
Elzata menyeringai, Seolah-olah Didepan nya adalah mangsa yang siap disantap. " lepasin? oke gue lepasin. " bukan nya melepas, tangan tasya diputar kembali secara kasar hingga tasya mengeluarkan air mata.
" B@ngs@t lo!!!!!!! " pekik tasya.
" Siapa suruh melawan gue? masih gaterima waktu itu lo kalah? "
" Gue ngga kalah! posisinya lo beruntung diselamatin Alter! "
Elzata tergelak nyaring. " udah cukup bukti kan? kalau Alter itu milik gue? "
" Jangan mimpi lo bi¢h! "
Elzata memutar tangan tasya lebih parah lagi hingga gadis itu tidak bisa berkata apa-apa, dan keadaan tasya sudah mulai lemah. Melihat kondisi itu, Elzata keluar dari toilet, dan bertepatan dengan semburan air mengenai seluruh pakaian Elzata. Elzata menatap ketiga teman Tasya yang kini sudah mulai tertawa. Elzata hendak membalas ketika saja Alter tidak berlari mendekat.
Elzata memasang ekspresi sedih lalu saat alter berdiri diantara mereka, cowo itu nampak dengan jelas, tasya yang berada ditoilet dengan ekspresi kesakitan, Elzata yang kini sudah menangis, dan felice serta kedua temannya yang sudah berhenti tertawa.
" Adaa apa ini?!" tanya Alter marah. selama ini tidak ada kasus pembulian di SMA candra gunawan.
Elzata meraih tangan Alter lalu menangis terisak. " Mereka ngebuli aku Al. " adu Elzata membuat tasya dan teman-teman nya menatap tidak percaya.
" Kalian ngebuli ade kelas?? "
" B-bbukan gitu al. kami kesini ingin meminta maaf tapi, gue Ganyangka dia muter tangan gue sampai merah kek gini. " tunjuk tasya.
alter melihat tangan tasya yang sudah memerah dan itu justru membuat Elzata cemburu. sudah jelas-jelas bajunya basah disirami oleh mereka. Dengan pura-pura Elzata pergi tanpa sepatah kata hingga penghujung lorong, Alter menahan pergelangan tangan Elzata.
" Mau kemana lo? "
" Mau pulang. " jawab Elzata ketus.
" lo beneran dibuly mereka? " tanya alter masih ragu.
" Serterah! kamu mau percaya atau nggak. udah jelas-jelas pakaian aku basah semua akibat mereka! "
Alter menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Yaudah mending kita ke mall aja. "
" Ngapain ke mall? "
" beli baju buat lo! kalo lo pulang dalam keadaan basah kuyup kek gini, yang ada orangtua lo nuntut. gue ngga mau kasus pembulian ini sampai terdengar ketelinga orangtua. Pokok nya lo tenang aja, gue bakalan ngelapor sama pak cipto. " Jelas Alter panjang lebar.
Elzata mengangguk ia tersenyum lebar. melihat itu Alter meraih tangan nya dan membawa ia pergi.
****
Dimas dan indah menatap rumah didepannya yang terasa sepi mereka berdua ragu untuk masuk kedalam. Mereka berdua memang sengaja berbohong pada Elzata karena harus menyelesaikan sebuah masalah yang seirng terjadi pada Elzata.
" In, ayo kita ketuk pintu rumah nya. " instrupsi dari dimas lantas membuat mereka melangkah semakin dekat, sampai tiba didepan pintu, indah mengetuk pintu itu beberapa kali, dan masih tidak ada jawaban.
" Apa ngga ada orang ya? " tanya indah pada diri nya sendiri. Dulu indah sering sekali berkunjung kerumah Elzata, tapi rumah Elzata tidak pernah kosong bahkan tergolong ramai, akibat ayah nya Elzata yang ramah dan sering melontarkan lelucon.
" Coba panggil in. "
indah menatap dimas disampingnya. " Lo nyuruh-nyuruh gue, sekali-kali lo napa! "
Dimas memutarkan bola matanya malas, lalu mencoba memanggil. " TANTE! ADA ORANG NIH! " teriak dimas kencang sampai-sampai indah disampingnya menutup kedua telinga nya.
Tidak lama, keluarlah seorang wanita paruh baya yang masih cantik walaupun usianya yang tidak muda. Wanita itu agata ,terkejut melihat dua anak muda datang kerumah tanpa anaknya, hal itu membuat agata cemas, dan mnyuruh mereka untuk masuk. setiba nya didalam rumah, agata mengeluarkan minuman dan beberapa cemilan lalu ikut bergabung duduk disofa.
" Sore tante. " sapa indah melihat raut kebingungan agata.
" Iya, sore. kalian temen nya Elzata? "
" iya tante. dimas temen nya, kalau aku sahabat nya. " jawab indah. mungkin agata belum menyadari kalau ini indah sahabat yang dulu sering sekali kerumah.
" Sahabat Elzata? ouh sahabat baru ya? "
" Aku indah tante. " celutuk indah.
" I-ini seriuss indah? " tanya agata tidak percaya, karena wajah indah anasir berbeda dengan yang dulu.
" Iya tante. "
" Yaampun, kamu cantik sekali. udah pindah kejakarta lagi? "
" Iya tante. papa dipindah tugas kan kejakarta. "
Agata menganguk, kemudian menatap dimas yang duduk disebelah indah. " Ini pacar kamu? "
dimas hendak mengangguk berniat usil pada Indah, tapi terlanjur indah menggeleng cepat. " Enggak tante, ini teman baru kami. "
" Ooh.. yaampun indah, kamu udah dewasa, udah tiga tahun ngga ketemu ya "
indah terkekeh. " Tante bisa aja. "
Agata tersenyum. " Elzata kemana? kenapa gabareng kalian? "
" kami sengaja ngalihin Elzata ketoko buku tante. " Celutuk dimas ketika sudah lama diam.
" Karena ada yang mau kami bicarakan tan. " ujar indah.
" Membicarakan apa? "
" Tentang Elzata... yang sifatnya suka berubah-rubah. "
****