Sudah beberapa hari, Elzata merasa kehilangan atas kehadiran Alter yang biasanya mendekati nya. Elzata memakai cardigan pink andalan nya, lalu menyampirkan tas kecil dibahunya kemudian berjalan keluar rumah, ia akan menemui Alter bagaimanapun caranya, mumpung hari ini weekend.
Saat pesanan gocar nya sampai diperkarangan, ia memasuki mobil merk avanza menuju kerumah Alter. Selama diperjalanan, pikiran Elzata gelisah, memikirkan kata-kata apa yang akan dia ucapkan saat bertemu Alter nanti. Apakah ia akan menjawab cinta Alter. Entah lah.
Tidak terasa, mobil avanza itu berhenti didepan rumah besar bercat putih dihadapan nya. Elzata turun tidak lupa mengucapkan terimakasih pada sang supir dan memberikan uang bewarna hijau padanya.
Dengan langkah yang terasa berat, apalagi banyak mobil-mobil terparkir, membuat Elzata ragu untuk meneruskan langkahnya. Sedang ada acara apa dirumah Alter. Batin Elzata dengan langkah yang semakin dekat dengan pintu rumah.
Elzata beberapa kali memencet bel, sampai Bi Isum, pembantu Alter yang sudah lumayan dekat dengan nya, membukakan pintu.
" Eh, neng Elzata. " sapa bi Isum tersenyum ramah dibalas pula tersenyum oleh gadis bercardigan pink.
" Bi Isum, apa kabar bi? " tanya Elzata basa-basi sebelum masuk kerumah megah itu.
" Baik neng, neng sendiri gimana kabarnya? Sudah lama bibi tidak bertemu dengan neng. "
" Alhamdulilah baik bi. " jawab Elzata sambil mengikuti langkah bi Isum yang berada didepan.
" Mau nyari den Alter ya neng? " bi Isum berhenti di pembatas antara ruang tengah dengan ruang keluarga.
" Eh, iya bi. Apa Alter ada dirumah? " tanya Elzata sambil sesekali melirik keruang keluarga, yang sedikit berisik. Karena ruang keluarga berada diruangan tertutup, Elzata jadi tidak bisa melihat ada siapa saja didalam nya, karena itu bersifat pribadi.
Bibi mengangguk ragu, satu alis Elzata terangkat melihat keraguan dari mata bi Isum, " Ada apa bi? "
" eum.. Neng masuk aja kedalam. " lalu setelahnya, bi Isum membuka pintu ruang itu perlahan.
Mata Elzata mendelik, melihat banyaknya keluarga yang sedang mengumpul. Terlebih lagi tatapan mata Alter yang tidak biasa, ada pancaran cemas disana.
****
Alter melihat dengan jelas, bagaimana terkejut nya gadis yang berdiri diambang pintu dengan pakaian favorite yang sangat dikenal Alter.
" El? " tanya Yolanda-ibu Alter bingung, melihat Elzata yang tiba-tiba sudah berada dirumah mereka. Yolanda menghampiri Elzata berdiri diambang pintu.
" El, kamu nyari Alter nak? " tebak Yolanda lantas Elzata mengangguk karena tujuan nya kesini untuk menemui Alter. Tapi seperti nya, Alter yang dicari hanya duduk disebelah Gisel tanpa berniat menemui Elzata padahal satu keluarga itu menatap nya.
" Apa El datang diwaktu yang tidak tepat ya tan? " Elzata menatap Yolanda merasa bersalah, apalagi Gisel wanita yang tidak menyukai Elzata sedang menatap benci kearah nya.
" Nggak kok, ayo duduk bergabung sama kita. "
Elzata hendak menolak tapi terlanjur tangannya diigiring untuk duduk di sofa sebelah kiri yang terlihat kosong. Dari arah sama, Elzata melihat Alter duduk berdua dengan Gisel sedangkan tangan gadis berambut pendek itu menggandeng tangan Alter manja. Hati Elzata teriris, ada getaran aneh didada yang tidak diketahui Elzata.
" Kita bahas langsung saja acara tunangan anak kita. " Ucap salah satu pria paruh baya yang Elzata ketahui ialah papa nya Alter.
Alter menatap Elzata di sudut matanya, ia hendak menghampiri gadis itu terlebih melihat pancaran kecewa dari matanya.
" Apa tidak tunggu, papi nya Gisel saja Bram? " tanya Gemini-mami Gisel.
Abraham menggeleng, " Tadi suami mu sudah menghubungi ku, dia tidak bisa hadir, dan menyuruh kita untuk memutuskan tanggal yang tepat. "
Percuma, kata itu lah yang dapat menggambarkan perasaan Elzata hari ini. Dia tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga yang sedang merencanakan tunangan anaknya. Elzata merasa menjadi orang ketiga, dan merasa harga dirinya jatuh di hadapan Gisel. Pasti gadis itu merasa telah menang.
Tanpa aba-aba, Elzata pergi meninggalkan ruangan ini ,sehingga seluruh mata menatap kepergian gadis itu. Alter hendak menyusul tapi dicegat oleh Gisel.
" Al, kita akan menentukan tanggal kita. " ujar Gisel.
Abraham menegur Alter ketika ia melepas kan cekalan tangan Gisel, " Al. duduk ditempat kamu. "
Al menolak, " Papa kali ini nggak bisa larang Al! "
" ALTER ABRAHAM LINCOLN! ' teriak marah Abraham ketika Alter berlari pergi.
Alter mengejar Elzata tanpa memperdulikan badannya yang menabrak pintu. Dilihat nya, Elzata berlari ditengah-tengah jalanan komplek yang lengang. Alter meneriaki nama Elzata berkali-kali, tapi gadis itu tidak menoleh atau berhenti.
" El!! Dengarin penjelasan aku dulu! "
Alter mempercepat larinya, saat sudah dekat dengan Elzata, ia menahan gelang tangan Elzata. Gadis itu memberontak.
" Lepaskan aku! " tangis Elzata pecah, apalagi harus melihat cowok yang berhasil membuat hatinya sakit.
" El dengarin aku! "
Tangis Elzata bertambah kencang, " Apa yang akan kak Alter jelaskan? Semua sudah jelas! Kakak akan bertunangan dengan Gisel kan? "
Alter memegang kedua bahu Elzata, " Ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan. " jari jempol Alter menghapus air mata Elzata.
" Aku terpaksa bertunangan dengan Gisel, karena aku putus asa harus menjauhi diri mu padahal aku tidak ingin. Eliza, dia yang menyuruh ku untuk menjauhi mu El. " jelas Alter.
" Siapa Eliza? " tanya Elzata masih seseguk'an.
Alter menghela nafas, mungkin sudah waktunya Elzata mengetahui ini semua. Ia harus tau bahwa ada kepribadian lainnya yang ada pada diri nya.
" Eliza, kepribadian lain yang kamu miliki." Elzata hendak protes, tapi jari telunjuk Alter sudah lebih dulu menempel dibibir Elzata, " Dengarkan aku dulu. Selama ini kamu tidak mengetahui Eliza, tapi dapat aku pastikan dia akan menghilang jika kamu berhasil mengontrol nya El. "
Tangis Elzata sudah mereda, dengan guratan didahinya yang menandakan dia tidak mengerti, " Aku harus bagaimana? "
" kita akan ke psikiater bersama. " solusi Alter membuat Elzata merasa tidak yakin. Agata juga sering membawa nya ke psikiater, tapi berakhir dengan wanita itu yang menangis.
" Aku yakin tidak bisa Kak. Bunda juga membawa ku kepsikiater, tapi tidak membuah kan hasil. "
Alter menatap mata Elzata dalam ," Percaya sama aku. Kamu akan bisa menghadapi nya El. Hilangkan semua masa lalu yang membuat dia ada disini. "
Elzata akhirnya mengangguk, dengan cepat Alter merengkuh Elzata kedalam pelukan nya, " Maaf. Karena beberapa hari ini aku menjauh dari mu El. " Alter melepas pelukan nya.
" Mau kan kamu memaafkan ku? "
Elzata mengangguk, " aku akan membalas ungkapan kakak, waktu itu... " ujar Elzata malu-malu ," aku mencintai mu kak. "
Pengakuan Elzata, secara tiba-tiba membuat Alter mengembang kan senyuman nya. Ia bahagia, akhirnya Elzata juga mencintai nya.
"Aku menjadi lelaki yang sangat beruntung, telah mencintai gadis sesempurna kamu Elzata. "