Senyuman yang muncul di wajah Selene seketika memudar saat melihat tidak adanya Haven di dalam ruangan itu. Wajahnya seketika berubah datar dengan kedua mata yang memutar. Dengan perasaan yang kesal ia keluar dari sana dan membanting pintu besar itu hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Bahkan sekretaris Haven reflek berdiri dari duduknya saat mendengar suara itu. "Haven belum datang?" tanya Selene ketus kepada wanita yang berdiri di balik meja, mungkin jarak mereka sekitar 2 meter. "Belum nona." Aura menakutkan nampak terpancar di diri Selene. Bahkan sekretaris Haven tidak mau untuk sekadar menatap wajahnya. Selene mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Ia mengotak-atik benda itu dengan sangat serius. "Dia tidak mengatakan apapun kepadamu?" Selene kembali bertanya dengan

