Bab 7 - Calon Petinju Yang Seksi

1910 Words
Onsen seorang utusan William mengikuti Lotta yang berangkat kerja, sekaligus menjaga gadis itu agar tidak mengalami hal buruk. Tuan besar itu mengambil alih memomong Lotta setelah menjebloskan Sueb ke penjara. Pria utusan itu terheran karena Lotta datang ke pusat pelatihan tinju wanita, perasaan dari keterangan Ruben, gadis itu harusnya datang ke kantor ekspedisi jasa pengantar dan penjemputan barang. Dia menjadi penasaran untuk apa Lotta datang ke pusat pelatihan tinju tersebut. Lotta pun sampai di tempat latihan itu, lantas segera menemui Dellon dengan memanggul tas ransel di punggungnya. Saat di dalam ruang kerja pria itu, tampak adik Mirna ini tersenyum melihatnya menepati perjanjian. “Lotta, saya yakin kamu menepati janjimu.” “Mau gimana lagi Tuan, semua demi mengganti perhiasan yang hilang itu.” Sahut Lotta, ‘Juga demi membayar hutang kakek.’ imbuhnya membatin. Semalam dia akhirnya terpikir untuk meminjam sejumlah uang ke Dellon setelah seminggu berlatih tinju. Dia menjadikan dirinya jaminan dengan serius menjadi petinju wanita. Tanpa keduanya tahu, ada Onsen yang diam-diam menguping di pintu yang tertutup rapat dari dalam. ‘Mengganti perhiasan yang hilang?’ bisik hati pria itu mendengar jawaban Lotta, ‘Perhiasan apa yang dihilangkan nona besar? Hais masalah apalagi yang nona dapat ini?’ +++ Dallas Hospital Jakarta dibangun William dengan misi memberikan fasilitas berobat untuk semua golongan masyarakat. Bagi masyarakat tidak mampu diberikan fasilitas berobat gratis dengan persyaratan mudah seperti surat rujukan, lantas pihak rumah sakit akan meninjau keadaan keuangan si pasien sambil mengobati. Gedung di Dallas Hospital ada 3 bangunan.Bagunan terdepan adalah IGD, kantor, pendaftaran, poliklinik, laboratorium, dan fasilitas radiologi lengkap. Gedung kedua dan ketiga untuk ruang operasi, dapur, laundry, gudang, dan bangsal rawat inap. Saat ini di lantai 3 tepatnya di ruangan direktur utama dan owner, tampak William memandang Ruben dengan pandangan heran sekaligus kaget, karena asistennya ini melaporkan yang diberitakan Onsen ke dia. Sang tuan besar karena sedang di Jakarta, memakai kesempatan untuk mengevaluasi kinerja dan keuangan Dallas Hospital yang dipercayakan pengelolaannya ke Kelvin. “Lotta kehilangan paket berisi perhiasan yang hendak di antar ke si pemesan?” terdengar suara William, “Kehilangan maksudnya dicuri orang? Kapan kejadiannya?” “Maaf Tuan Will,” desau Ruben menghela napas, “Onsen masih mencaritahu semua yang anda tanyakan barusan. Karena begitu saya mendengar laporannya, saya menyuruhnya mencaritahu agar bisa saya beritakan ke anda.” “Good.” William merasa lega karena asistennya ini cepat tanggap situasi yang dianggap si asisten perlu langsung ditangani tidak menunggu instruksinya. “Ada yang aneh dengan hal ini, Ruben. Sepengetahuan saya, anak itu tidak kehilangan sesuatu, karena dia dididik Sueb untuk selalu menjaga baik semua barang atau apa pun yang ada sama dia.” “Tuan tenang saja, pasti semua bisa Onsen dapatkan jawabannya.” “Katakan ke dia harus secepatnya karena kalau memang Lotta kehilangan perhiasan itu, lantas demi menggantinya dia menjadi petinju itu gawat. Dia bisa dimanfaatkan Dellon adik Mirna pimpinannya. Semisal harga perhiasan itu hanya 100 juta, bisa jadi ke depan tidak seharga itu demi dia terus menjadi petinju binaan Dellon. Saya tidak mau putri angkat saya hancur hidupnya karena diikat untuk menggantikan perhiasaan seumur hidupnya.” “Baik Tuan, saya akan tangani hal ini. Saya sendiri akan turun ke lapangan untuk menolong Nona besar.” “Good.” William tersenyum mendengar ini, “Ah ya kamu utus Juve untuk menyelidiki kejadian Kelvin dicekal para begal itu sedetail mungkin. Temukan juga gadis pengantar paket yang menolong Kelvin. Laporkan ke saya secepatnya bersama dengan hasil penangananmu untuk kasus Lotta. Saya tidak mau kedua anak itu ada masalah.” “Baik, Tuan.” Ruben paham instruksi atasannya ini. Ruben adalah putra tunggal Martin mantan asisten William yang tewas saat menyelamatkan atasannya ini yang nyaris tewas akibat mobil yang hendak membawa sang billionaire ke bandara yang diledakan oleh bom waktu oleh musuh pria itu. “Tuan, maaf izinkan saya bertanya sesuatu.” “Silahkan. Kamu mau bertanya apa?” “Apakah anda tetap menjodohkan Tuan Kelvin dengan Nona Lotta seperti perjanjian anda dulu dengan Tuan Sueb?” “Tentu saja, karena Lotta butuh seseorang yang bisa menopangnya ke depan. Hal lain dengan begini dosa Arman ke orang tua Lotta bisa tertebus.” “Tuan, maaf, apa nyonya Emma setuju mengenai itu? Anda kan tahu dia merasa sakit hati anda mengambil seluruh kekayaan Tuan Arman, mengelola Loani Company, dan menjodohkan Tuan Kelvin dengan Nona Lotta.” “Emma belum tahu mengenai perjanjian perjodohan itu.” “Skiranya tahu, gimana Tuan?” “Dia bisa apa? Meski saat ini Kelvin sudah menopang hidupnya, tetapi tetap mengandalkan uang saya kan?” “Nyonya Emma bukan perempuan bodoh, Tuan.” Ruben masih melanjutkan perkataannya, “Beliau mampu membuat anda tidak menuntutnya ke jalur hukum karena meledakan mobil anda beberapa tahun silam.” Imbuhnya, “Lantas sampai hari ini beliau masih mencari jejak keberadaan nona besar untuk membalas dendamnya ke tuan Agung dan anda.” William menghela napas, yang meledakan mobilnya memang Emma, berharap dia tewas agar bisa menaikan Kelvin sebagai penggantinya di Dallas Company. Dengan begitu bukan hanya seluruh harta milik Arman kembali padanya, tetapi mendapatkan Loani Company, dan Dallas Company. Sebenarnya dalam pemikiran pria itu, perjodohan antara Kelvin dan Lotta bukan semata demi menebus dosa Arman, tetapi untuk menyelamatkan semua hartanya. Dia percaya sepasang manusia itu adalah orang yang amanah tidak serakah, bisa dipercaya mengelola semua hartanya tersebut. Lantas Kelvin sendiri sangat tegas ke Emma, tidak mau sang ibu bersikap licik. Kelvin sudah mengetahui apa yang Arman lakukan karena William memberitahunya berikut memperlihatkan semua bukti-bukti. Namun mengenai perjodohan, William belum mengatakan ke Kelvin, karena meski dia rencanakan, sekiranya Tuhan menjodohkan si keponakan dengan yang lain, dia tidak bisa memaksakan rencananya berhasil. Begitu juga semisal Tuhan menjodohkan Lotta dengan yang lain, dia pun tidak bisa memaksakan rencana menjodohkan gadis itu dengan Kelvin. “Ruben, saya tahu semua yang kamu katakan itu.” William berbicara sambil memandang Ruben, “Sudah jangan dilanjutkan.” Desaunya, “Kamu lekas kerjakan dua kasus itu, agar saya bisa secepatnya mempertemukan Kelvin dan Lotta.” “Baik Tuan.” +++ Di dalam salah satu ruangan di tempat pusat latihan tinju, tampak Dellon sedang mengajari Lotta mengenai apa itu tinju dan teknik dasar bertinju yang terbagi dua yaitu sikap petinju dan teknik dasar pukulan tinju. Di seluruh negara yang ada di dunia sudah pasti tahu tinju adalah seni bela diri dalam cabang olahraga. Kata tinju berasal dari kata latin Yunani yaitu pugilism, pugno, Pignis, Pugnare, yang menandakan sesuatu yang berbentuk kotak karena tangan manusia kalau terkepal akan berbentuk seperti kotak. Lantas tangan terkepal menjadi tinju siap untuk pugnos, yang artinya berkelahi atau bertinju. “Lotta.” Dellon menegur Lotta, “Kamu amati baik-baik gerakan ini yang adalah sikap pertama petinju, yaitu petinju yang menggunakan tangan kanan lebih dominan yang disebut orthodox. Petinju berdiri dengan kaki kanan setengah langkah di belakang kaki kiri, lantas tinju kiri berada sekitar enam inci di depan wajah di tingkat mata. Tinju kanan diletakkan di samping dagu dan siku diposisikan di depan tulang rusuk untuk melindungi tubuh. Dagu diposisikan ke d**a untuk menghindari pukulan ke arah rahang yang sering menyebabkan knockout.” ujarnya sambil memperagakan apa yang dijelaskannya tersebut. Lotta mengamati dengan serius apa yang diperagakan Dellon, karena adik Mirna ini sendiri yang menjadi pelatih tinjunya. Dia lantas meniru gerakan pria itu. Dellon melihat ini tersenyum merasa Lotta adalah murid yang haus akan mempelajari apa yang dilihat sang gadis. Dia menegakan badan lantas mengamati gerakan Lotta. “Good!” terdengar dia memuji sang gadis, “Lotta, menjaga posisi tangan seperti itu dianggap sangat penting dan cukup sulit selama pertandingan.” “Iya sih, Tuan.” “Hais anak ini!” desau Dellon, “Lotta, mulai hari ini panggil aku dengan guru, tidak dengan tuan.” “Guru? Itu bukannya panggilan untuk pengajar kungfu?” “Lotta, sebenarnya panggilan guru bisa dipakai oleh pengajar pelajaran apa pun, tidak hanya untuk pengajar kungfu.” Dellon memperbaiki pengetahuan Lotta yang mengetahui bahwa memanggil guru hanya untuk para pengajar kungfu. “Iya sih Tuan.” “Hais Lotta, panggil guru, bukan tuan.” Dellon menjadi gemas dengan lidah Lotta yang sulit diinstal ulang untuk memanggilnya dengan guru. “Iyalah Tuan guru.” “Kok tuan guru?” “Tuan, anda itu kan adik nyonya Mirna pimpinan saya, tidak sopan kalau saya memanggil guru saja. Jadi saya panggil anda dengan tuan guru.” Dellon mendengar ini meledak tawa gelinya, seumur hidup dia baru mendengar panggilan tuan guru untuk para pelatih tinju. “Dellon!” terdengar suara Mirna dari arah pintu ruangan ini, “Dellon!” terdengar lagi suara si nyonya lebih lantang dari sebelumnya. Dellon berhenti tertawa, lantas bersama Lotta memutar pandangan ke arah pintu. Tampak di sana berdiri Mirna dengan kedua tangan terlipat di d**a. “Sebentar ya Lotta, saya ke Kak Mirna dulu.” Dellon segera berpamitan ke Lotta, lantas bergegas mendekati Mirna. “Kenapa kakak kemari? Bukannya sedang kerja di counter?” “Anak itu menepati janji rupanya?” Mirna tidak memberi jawaban ke Dellon, malah menunjuk Lotta. “Kak, kasian dikit dong sama karyawanmu itu.” “Hais kenapa kamu jadi dewa baik hati sih? Kamu naksir dia ya?” “Hais kakak ini. Dellon tahu Lotta itu anak baik, punya potensi bagus dalam bela diri.” “Sepertinya,” Mirna menangkap ada maksud tersembunyi dari perkataan Dellon, “Beritahu kakak apa rencanamu yang sebenarnya membuat anak itu setuju penawaranmu, terlepas dia merasa bertanggungjawab atas hilangnya perhiasan tersebut.” Dellon mendengar ini hanya tersenyum penuh misteri, lantas melanjutkan melatih sang gadis. Sekarang disuruhnya nona cantik itu pemanasan dengan bantuan alat skipping. Tampak olehnya tubuh sintal si gadis begitu indah bergerak lincah melompati tali skipping yang diayunkan cepat oleh sang gadis. Pria ini banyak mengenal wanita cantik seksi model Lotta, tetapi tidak satu pun membuat matanya menilai bentuk tubuh para wanita itu. Tidak pula membuat dia betah melihat tubuh itu bergerak, hanya menikmati di ranjang saja. Dia lebih tua dua tahun dari Kelvin berstatus jomblo playboy berotak licik. Mirna melihat Dellon terpesona dengan postur tubuh si gadis. Lantas dia pun melihat si adik meminta si gadis untuk melakukan sit up, di mana kedua kaki si gadis ditekan oleh sang adik agar gadis itu bisa melakukan sit up dengan baik. Padahal tidak perlu, karena Lotta dari kecil sudah dilatih bisa sit up tanpa dibantu oleh Sueb. Tampak oleh perempuan itu sang adik semakin terpesona melihat kedua melon milik Lotta yang terangkat naik, lantas ditempel ke lutut si gadis. “Hais anak ini,” desau Mirna, “Dasar playboy, lihat melon segar matanya berbinar-binar.” Dirutuki sang adik, lantas segera pergi. Tidak lama Dellon mulai mengajari Lotta cara menggunakan teknik-teknik dasar bertinju. Gadis itu menyimak dan mengikuti semua instruksi si guru dengan serius. Namun rupanya hati Dellon kepicut aura si gadis, sehingga terkadang tidak sengaja menempel ke sang gadis, dalihnya untuk membetulkan posisi tangan saat meninju. Lotta menjadi jengkel, dengan gerakan cepat lagi halus menyikut Dellon, lantas pura-pura terkaget, “Astaga! Maaf tuan guru, tangan Lotta kepleset angin!” Dellon mengerucutkan bibir mendengar ini, jelas-jelas Lotta menyikutnya, malah bilang tangan itu kepleset angin. Bagaimana caranya angin membuat tangan terpleset menyikut orang? Yang ada otak menyuruh tangan menyikut orang. Lotta lantas cengegesan melihat gurunya manyun, kemudian cepat melakukan gerakan-gerakan meninju seperti yang sudah diajarkan si guru di sebuah samsak tinju. ‘Awas kamu ya,’ bisik hati Dellon menjadi gemas, ‘Aku pasti bisa mendapatkanmu.’ Segera saja dia berdiri, lantas main mendekati Lotta yang masih melakukan gerakan-gerakan meninju di samsak. ‘Wuih!’ desisnya melihat gerakan-gerakan si gadis ini, ‘Power meninjunya sangat bagus ini. Pasti kelak bisa menjatuhkan lawan-lawan hanya dalam satu ronde.’
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD