*** "Ah, pagi yang tenang." Skayara menggeliat. Baru membuka mata beberapa detik lalu, atensinya beralih ke jam dinding yang tertempel tidak jauh dari kasur. Jarum jam masih ada di angka lima pagi, Skayara cukup tenang karena jam kerja dia sebagai bodyguard Alaska dimulai pukul setengah tujuh. Sebelum pergi ke kediaman Alaska, Skayara masih punya waktu untukmandi, sarapan, kemudian menikmati pagi karena jika sudah memasuki jam kerja, sulit untuknya tenang. "Langsung mandi apa rebahan dulu ya?" tanya Skayara setelah lebih dari semenit dirinya tidak mengubah posisi. "Masih ada satu jam sebelum berangkat." Tidak banyak bergerak, Skayara mengubah posisi tidur menjadi miring. Mengambil ponsel di meja kecil samping kasur, dia tersenyum tipis setelah tidak mendapati satu pun pesan atau pang

