*** "Pak Prabu." Pagi sekali—sekitar pukul enam, Skayara mendapat panggilan dari Prabu. Masih berada di kamar villa, dia mengumpulkan dulu keberanian sebelum menjawab panggilan dari bosnya itu. "Halo, Pak. Selamat pagi." "Masih di Lembang?" tanya Prabu—seperti biasa, mengabaikan sapaan Skayara. "Saya udah telepon Alaska, tapi nomornya enggak aktif. Ke mana dia?" "Mas Alaska ada kok, Pak, masih tidur di kamarnya," jawab Skayara. "Hpnya mungkin lupa dicharge. Jadi enggak aktif." "Oh," ucap Prabu. "Bangunkan kalau begitu, terus suruh dia pulang ke Jakarta. Jangan langsung ke rumah, Alaska ke kantor dulu buat temui saya karena ada yang mau saya bicarakan." "Baik, Pak." "Jangan sampai enggak pulang," ucap Prabu. "Alaska enggak ada nemuin saya sampai jam dua belas siang, kamu saya pecat

