Chapter 23

935 Words

*** (Saya cari angin dulu, Mas, sebentar. Baik-baik di sana, dan awas aja kalau sewa perempuan. Dua puluh menit dari sekarang, saya ke sana lagi.) Alaska yang duduk bersama teman-temannya, menoleh ke arah pintu masuk—tempat Skayara beberapa waktu lalu menunggu. Masuk begitu saja tanpa ingat sang bodyguard, dia kini tak mendapati Skayara sehingga dengan segera Alaska pun membalas chat. "Chat dari siapa? Serius banget." Ditanya oleh Niko, Alaska menoleh. "Skaya," jawabnya. "Barusan dia chat gue buat minta izin cari angin. Enggak betah kayanya dia di sini. Biarin aja." "Padahal, gue pengen kenalan," ucap Niko. "Penasaran sama cewek yang beberapa hari ngurung lo, bentukannya kaya gimana." "Dia cantik," ucap Alaska. "Cuman datar aja bodynya. Enggak menarik." "Sialan." "Pesenin gue minu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD