Belasan tahun yang lalu, saat Shereen masih berusia lima tahun. Shereen terdiam menatap makanan ringan yang ia sukai, chiki taro yang berada di rak tepat di hadapannya. Gadis itu hanya diam, sama sekali tidak bergerak dan membuat Harish—yang saat itu tengah berbelanja bersama kakaknya menghampiri Shereen. “Kamu, lagi ngapain?” Shereen menoleh dengan kening berkerut. “Kamu sendiri, ngapain?” “Aku lagi beli es krim sama kakak.” “Oh,” Shereen mengangguk lalu menunjuk chiki berbungkus hijau itu dengan tangannya yang memakai gelang cantik. “Aku mau makan itu, tapi sama Mama gak dibolehin.” “Kenapa?” “Kata Mama, kalo aku makan itu nanti gak bisa juara kelas.” “Kalo gitu, kamu gak boleh makan!” “Tapi aku kepengen,” Shereen mulai cemberut karena Harish membentaknya. “Gak boleh, tau. Kan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


