Chapter XLII

1188 Words

Seperti biasanya, Ryo membawakan satu kresek besar berisi makanan. Kali ini bukan merk ChicKING’s Chicken yang tertera di labelnya, melainkan hanya kresek hitam putih biasa tanpa label. Tetapi, berdasarkan ketajaman indra penciumannya, Acha yakin bahwa isi kresek itu adalah makanan dengan bumbu sambal kacang. “Tuh, kan. Di kresek itu kalau bukan gado-gado, kayaknya ketoprak. Itu tuh makanan kesukaannya Lina. Aku yakin banget Ryo tahu, soalnya mereka sering chattingan.” Bisik Acha pada Aika. Aika memaksakan tawanya. Seumur hidup baru kali ini dia mengasihani sang kakak. Padahal sudah jelas sekali kode yang Ryo kirimkan, tetapi sinyal dari Acha sama sekali tidak terpaut. Sadar saja tidak. Ini membuat Aika heran pada Acha. Dalam masalah pekerjaan, Acha selalu tanggap dengan situasi. Dia bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD