White Lies

1212 Words
Pukul 10 pagi ketika Hye Ju dengan sangat terpaksa di bangunkan oleh suara telepon masuk yang seingatnya sudah berkali kali namun tidak cukup ampuh untuk membuatnya terbangun. Tangannya meraba di bawah bantal sebab biasanya smartphone dengan layar 6.5 inch tersebut akan terselip disana setelah semalam ia gunakan dan letakan seenaknya. Gadis itu kemudian duduk dengan mata yang masih tertutup ia tidak bisa melawan kantuknya meskipun jam tidurnya sudah lebih dari cukup. "Yeobosseo (halo)." Sapa Hye Ju dengan malas. "Yaaa, Ireona (bangun)!" suara teriakan Min Ji di seberang ponsel membuatnya dengan refleks menjauhkan benda itu dari telinga, ia tidak mau mendadak tuli mendengar lengkingan suara Min Ji. "Eung, wae?" Jawab Hye Ju tanpa berniat menempelkan kembali benda tersebut di telinganya, ia hanya mendekatkan mulutnya agar Kim Min Ji mendengarnya. "Kau tidak membaca pesanku?" "Ani." Ucap Hye Ju sambil menguap, "waeyo (kenapa)?" "Kau harus bersiap sekarang, kita akan pergi nonton film." Hye Ju mengernyit dengan mata yang masih tertutup, seingatnya ia tidak punya janji dengan Min Ji hari ini. Gadis itu terdiam dengan ekspresi lucu itu cukup lama kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya hingga butuh waktu lama bagi Hye Ju untuk berpikir. "Chan Young mengajakku pergi menonton film, dan aku tidak bisa pergi sendiri." Min Ji langsung menjelaskan ketika Hye Ju tidak memberinya jawaban. "Mwo (apa)?" Hye Ju terdengar akan marah sesaat setelah otaknya memproses apa yang Min Ji jelaskan. "Tunggu, jadi kau memintaku menjadi penonton saat kau bermesraan. Yaaa Kim Min Ji kau benar-benar keterlaluan!" bentak Hye Ju setelah kesadarannya benar-benar pulih sepenuhnya. "Jae Hyuk dan Han Seol juga akan ikut. Kau tidak perlu khawatir." Hye Ju bisa melihat senyum dari suara Min Ji meski tidak melihatnya secara langsung, seketika mata Hye Ju terbuka lebar bahkan kantuknya mendadak hilang otaknya berpikir sejenak untuk memproses maksud dari ucapan sahabatnya. "Jamkkanmanyo (tunggu sebentar), kau bekerja sama dengan berandalan itu?" Hye Ju mulai menyelidik, Kim Min Ji kadang tidak dapat ia percaya. "M-museun mariya (a-apa maksudmu)?" Min Ji sedikit gugup, "Aku mengajakmu karena kau sahabatku, dan ini adalah kencan pertamaku dengan Chan Young" "Kau yakin ini kencan?" "Tentu saja, kau pikir karena apa dia mengajakku pergi." "Aku benar-benar tidak tahu kau begitu polos." Hye Ju mengacak rambutnya yang sejak tadi memang berantakan, harusnya ia tidur sampai siang ibunya bahkan tidak membangunkan Hye Ju sebab wanita paruh baya itu tahu ia malas membantu di kedai di hari liburnya tapi ia juga tidak bisa menolak keinginan Min Ji ia tidak mau terjadi apa-apa pada sahabatnya tersebut dengan meninggalkannya bersama si berandalan dan gerombolan penyamun. "Kau masih mendengar ku?" Min Ji bertanya setelah mereka terdiam sejenak membuyarkan pemikiran pribadi Hye Ju. "Baiklah, dimana kita akan bertemu?" "Kyaaaa! Kau benar-benar sahabat terbaikku. Kita bertemu di Gangnam, Coex Mall 2 jam lagi." "Eung." Hye Ju menjawab dengan malas namun Min Ji tetap saja antusias. "Ahh minchyeosseo (ini gila)!" Hye Ju memukul kepalanya kemudian berbaring dengan kasar. Ponselnya kembali bergetar tepat ketika ia selesai mandi, Hye Ju kemudian dengan santai berjalan ke arah dimana benda tersebut tergeletak. "Aku tahu, aku tidak akan terlambat kau tidak perlu mengingatkanku setiap detik!" Hye Ju mengoceh bahkan sebelum orang di seberang telepon mengucapkan apapun. "Terlambat? Tentu saja tidak akan, sebab aku akan menjemputmu." Itu bukan suara Min Ji, Hye Ju menggigit bibirnya kasar karena mengenali suaranya dengan amat baik. "Aku di depan kedai mu." Ucapnya lagi, Hye Ju tanpa basa basi mematikan panggilannya dan membuka handuk yang membungkus rambut basahnya melempar benda tebal berwarna putih itu ke sembarang tempat kemudian membuka lemari pakaian dan mencari yang paling pantas disana, mematut dirinya di depan kaca full body yang ada di kamarnya. Merasa sudah cocok ia kemudian memakai sedikit cushion dan lip tint, tidak ada waktu untuk merapikan rambutnya dengan hair clamp ia hanya menyisirnya sedikit memastikan semuanya rapi. Sementara pria yang baru saja panggilan teleponnya di putus secara sepihak oleh Hye Ju tersenyum mengejek dirinya sendiri yang tidak bisa melawan gadis itu, ia heran pada dirinya yang dengan mudah kalah dari Hye Ju dalam argumen apapun. "Eomma, aku pergi dulu." "Oddieya?" Ibunya berteriak dari kedai meski ia tidak mendapat jawaban dari anak gadisnya yang semakin jauh, membuat wanita paruh baya itu menggeleng. Hye Ju mencari sekeliling ketika ia tidak mendapati Jae Hyuk disana, ia bahkan tidak menemukan motor pria itu. Hye Ju mendadak kesal, ia sepertinya berhasil dijahili oleh berandalan itu sampai suara klakson mobil mengagetkannya yang tengah sibuk mengumpat. Suara dari mobil hitam yang terparkir disana sejak tadi. Hye Ju memperhatikan siapa orang di dalamnya. "Kau mencari ku?" Jae Hyuk keluar dari jendela bagian kemudi sambil melambaikan tangan tingkahnya sukses membuat Hye Ju mendaratkan pukulan di kepalanya dan membuat ia meng'aduh' dengan keras meski tidak menyurutkan senyum di wajahnya. "Kaja (ayo)!" ajaknya kemudian, Hye Ju menengok ke bagian belakang mobil dimana tidak mendapati siapapun disana. "Dimana yang lainnya?" "Geulsseyo (tidak tahu)." Jae Hyuk mengedikkan bahunya. Hye Ju hanya berpikir mungkin mereka menunggu disana sehingga ia hanya menurut dan naik saja tanpa bertanya lagi. "Ojjeol geonde (kau mau pergi kemana)?" tanya Jae Hyuk. "Museun soriya (bicara apa kau) tentu saja ke bioskop kan!" "Ahh yeonghwagwan (bioskop) ...." Pria itu tampak mengejanya dengan perlahan sambil mengangguk-angguk seolah baru mengetahuinya Jae Hyuk memarkirkan mobilnya di basement kemudian menaiki lift untuk menuju bioskop di mall tersebut. Hye Ju yang disampingnya sejak tadi hanya sibuk dengan menelepon seseorang dan mengumpat dalam hati karena merasa aneh. "Filmnya akan mulai satu jam lagi." Ucap Jae Hyuk ketika kembali setelah memesan tiket, Hye Ju menatap dua lembar kertas disana. "Jankkanmanyo (tunggu), kenapa kau hanya membeli dua tiket?" "Wae, kau ingin menonton yang lain?" Jae Hyuk menaikan alisnya melihat Hye Ju yang seperti orang bingung. "Ani (bukan begitu), maksudku kau tidak memesan tiket untuk Min Ji dan Chan Young. Juga Han Seol?" Hye Ju bertanya dengan gugup, ia merasakan ada yang aneh. "Kenapa aku harus membelikan mereka juga?" "Tentu saja, karena kita akan menonton filmnya bersama." Jae Hyuk kemudian tertawa setelah terdiam sejenak, sepertinya bukan ia saja yang suka menjahili Hye Ju namun gadis itu juga sangat polos sehingga mudah di bohongi sahabatnya sendiri. "Assshhh, Kim Min Ji si*lan!!" "Lihat saja, aku akan mengutuk mu besok." Hye Ju mengumpat dengan kesal sementara Jae Hyuk hanya menatapnya sambil terkikik. Ia mengumpat Min Ji juga dalam chat yang ia kirim pada sahabatnya meski tidak di balas. "Aku tidak termasuk dalam rencana mereka, jadi jika kau ingin protes jangan marah padaku." Jae Hyuk lebih dulu mengklarifikasi sebelum gadis itu melancarkan protes bertubi-tubi yang akan membuat kupingnya pengang, sebab Hye Ju sudah memberinya tatapan mematikan. "Kita sudah disini, jadi nikmatilah filmnya. Aku berjanji tidak akan membuat mu kesal." Jae Hyuk mengacungkan dua jarinya sambil tersenyum bodoh. Hye Ju yang sudah merasa lelah mengumpat sejak tadi mulai menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nya dengan kasar. Tawaran Jae Hyuk sepertinya bukan ide buruk, gadis itu memutuskan untuk memperbaiki moodnya dengan menonton film. "Kita punya satu jam untuk makan siang, aku bahkan belum sarapan." Ucap Jae Hyuk sambil melirik jam di tangannya. Hye Ju mengetuk jari tangannya yang ia lipat di d**a kemudian menggigit bibir bawahnya dan menyadari perutnya juga lapar. "Aku akan memberimu kebebasan untuk memilih menu makan siang kita." tawaran Jae Hyuk membuat Hye Ju menatapnya dengan antusias, ia ingat ada restoran katsu terkenal yang pernah di review food vlogger dan Jae Hyuk tahu Hye Ju tidak bisa menolak makanan enak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD