Bab 44 LDML Ini pertanyaan terbesar Tyas dalam hati, apakah pernah menyayangi Argo selama pernikahan mereka? Bukankah menikah tidak tidak perlu rasa sayang? Cukup saja Argo memiliki semua bagian dari tubuh Tyas, dan Argo bebas menjamahnya kapan saja, bukan? Berbakti dan menuruti kemauan suami bukankah soal pernikahan adala itu? Rasa sayang tidak penting! Tyas tetap tidak menjawab pertanyaan suaminya. “Aku ini suami kamu, Tyas, bisa kan, kamu jawab pertanyaanku,” ujar Argo tanpa melihat ke arah Tyas, tangannya sibuk memutar kemudi dan fokus menatap jalanan. “Kalau aku nggak sayang, aku tidak akan menikahi kamu, tahu?” suara Tyas bergetar dan meninggi. Mengapa saat seperti ini, bisa-bisanya dia menjawab pertanyaan suaminya seperti itu. Jawaban itu layaknya pembelaan diri dari Tyas, di

