Tiffany terdiam sesaat, “Ponsel Genta ada di genggamannya waktu aku datang, masih bisa menyala, kalau tidak salah lihat, ada gambar anak bayi di situ,” suara Tiffany gemetar, sejujurnya, dia ingin bertanya kepada Tante Diana, tapi ini bukan saat yang tepat. Tiffany menguatkan diri dengan menarik napas, dalam hati mempersiapkan kalau-kalau itu anak haram Genta. Tyas membeku di tempat, matanya berkaca-kaca, menatap ruangan radiologi yang ada di depannya. Foto anak bayi? Ulang Tyas dalam hati. Tidak banya menanggapi semua perkataan Tiffany. “Kalau aku tanyakan Tante Diana saja, bagaimana?” tanya Tiffany kepada Tyas, yang masih melamun, memikirkan siapa sebenarnya foto itu. Mata Tyas bergerak sedikit melirik ke arah Tiffany. “A—apa?” tanyanya dengan suara yang bergetaran. “Kalau aku tan

