Denis melirik jam tangannya, menunjukkan pukul sembilan pagi. Ia sudah rapi dengan kaus pendek berwarna putih dan celana jeans hitam. Denis mengambil jaket, dompet dan kunci mobilnya. Denis berjalan keluar rumah, menemukan papanya tengah duduk santai menikmati angin segar di teras rumah dengan ditemani teh hangat. “Denis keluar dulu, Pa,” pamit Denis. “Denis, sini dulu, Nak,” suruh papanya. Denis mengangguk dan menghampiri papanya, ia kemudian duduk di sebelah papanya itu dan menatap papanya dengan bingung. “Ada apa, Pa?” tanya Denis penasaran. Papa Denis membuka dompetnya, mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah. Beliau menyodorkan uang tersebut ke Denis. “Buat Denis, Pa? Kan kemarin Papa udah ngasih Denis uang,” bingung Denis. Papa Denis menggelengkan kepala. “Bukan, Papa

