Senja menyambut, hari sudah berganti sore. Setelah mengantarkan Vania dan Monik pulang, Denis segera balik ke rumahnya. Membersihkan diri terlebih dahulu dan mengganti baju santai. Denis membawa ponselnya, berjalan ke teras rumah. Suara derit dan klakson mobil yang berlalu lalang di hadapan rumahnya, membuat Denis tersenyum tipis. Denis menatap langit sejenak, sebentar lagi hari mulai gelap. Denis duduk di kursi teras dan memainkan ponselnya, tak mempedulikan suara klakson mobil tetangga yang mungkin menyapanya. Denis menghela napas berat, panggilan dari Vania baru saja masuk ke ponselnya. “Tumben banget lo nelpon gue, ada apa?” tanya Denis setelah memutuskan untuk menerima panggilan itu. “Bisa antar gue ke rumah Tara malam ini? gue mau lihat keadaan Felly,” jawab Vania di seberang san

