Tara menenggelamkan wajahnya di meja tepat di atas kedua tangannya yang dilipat. Setelah menemani Vania di ruang UKS, Tara kembali ke dalam kelas dengan wajah murung. Hari ini dia sangat menyesal sekali, karena dia, Vania jadi korban kekerasaan yang dilakukan oleh Sofia. “Ra, lo kenapa?” tanya Monik menghampirinya. Tara menegakkan kepala, menatap Monik dengan sendu. “Siapa yang jagain Vania sekarang?” tanya Tara tanpa menjawab pertanyaan dari Monik. Monik menarik satu kursi di depan Tara, dan duduk menghadap ke arahnya. “Tadi gue minta Denis untuk menjaganya sebentar,” jawab Monik. “Lo ngapain di sini? Kantin, yuk,” ajaknya. Tara menggeleng. “Gue nggak lapar, Mon,” tolaknya. “Ra, gue tahu bagaimana perasaan lo sekarang. Gue juga kesal dan marah pada Sofia, tapi lo jangan sampai lupa m

