“Lia. Aku mohon pulang lah.” “Aku belum bisa. Harus berapa kali aku bilang ke kamu Arzan?” “Mengertilah Lia, sekarang kondisinya sangat ….” “Berhentilah memintaku untuk pulang, Arzan!” potong Lia cepat. Wanita itu sudah lelah dengan semua paksaan yang Arzan berikan. Pagi-pagi sekali Arzan sudah berkunjung ke rumah Lia. Secara terang-terangan, lelaki itu meminta Lia untuk kembali. Padahal lelaki iti tahu kondisi hati Lia pada saat ini belum sepenuhnya sembuh dari masa lalu. Tanpa basa basi lagi, Sacha langsung mengeluarkan gawai dari dalam saku celananya. Memperlihatkan sesuatu di sana. Saat melihat itu, Lia membekap mulutnya sendiri. Dia masih tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya saat ini. “Bagaimana, apa kamu masih ingin tetap ada di sini sementara Mama-mu di sana m

