“Arzan, kenapa?” tanya Lia, saat melihat wajah Arzan terlihat khawatir setelah menerima telepon dari seseorang. Arzan yang awalnya berniat ingin pamit pulang pun terhenti saat menerima telepon. Betapa terkejutnya lelaki itu saat menerima kabar bahwa Watika terjatuh dari kamar mandi dan saat ini sedangg di rawat di rumah sakit. lelaki itu bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada Lia. “Arzan, kenapa?” Lia terus mendesak, karena wanita itu semakin penasaran. “Lia ….” Lia membekap bibirnya sendiri saat mendengar penjelasan dari Arzan. Tanpa terasa air mata wanita itu sudah melinang deras membasahi ke dua pipinya. Sesak rasa di dalam sana tiba-tiba menyerang begitu saja. Dia merasa menjadi anak yang gagal. “Kamu yang sabar, doakan Mamamu agar tetap baik-baik di sana.” Arzan menepu

