Season2 BAB 9

1160 Words

Arzan terlihat sedang bersidekap. Matanya tidak henti menatap ke arah dua bocah yang sedang asyik memainkan seekor anak ayam di taman belakang. Arzan tidak menyangka, ternyata keponakannya sudah tumbuh dewasa. “Kamu di sini?” Suara Lia membuat Arzan terkejut dan berhasil kembali pada dunia nyata. Lelaki itu menoleh ke samping dan sudah mendapati Lia berdiri di sana dengan membawa dua gelas es di tangannya. “Cuaca sangat panas di luar, aku tahu kamu haus.” Lia memberikan salah satu gelasnya untuk Arzan dan lelaki itu menerimanya dengan senang hati. “Terima kasih,” ucap Arzan, lalu lelaki itu meneguk minuman dingin tersebut. seketika tenggorokannya terasa dingin. “Dia Popo.” Seketika Arzan menoleh, menatap Lia dengan kening mengerut. Kemudian bertanya untuk menghilangkan rasa pena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD