Sedari tadi Lia hanya membungkam bibirnya saat seorang pria duduk di sampingnya. Lia belum siap untuk dipertemukan sekarang. “Ternyata kamu di sini,” ucap lelaki itu, memecah keheningan yang terjadi cukup lama itu. Berkali-kali lelaki itu menghela napasnya kasar. Mencari Lia sudah menjadi tugasnya sejak lima tahun yang lalu, tetapi dia tidak kunjung menemukan keberadaan wanita itu. “Bagaimana kamu menemukanku … Arzan?” tanya Lia, wanita itu masih enggan menatap wajah Arzan yang ada di sampingnya. “Sebenarnya cukup sulit menemukanmu Lia, tapi semangatku tidak pernah putus untuk berusaha dan hasilnya sekarang aku bisa menemukanmu di sini. Secara tidak sengaja memang. Karena aku di sini ingin mengerjakan suatu proyek yang cukup besar. Tuhan memang punya cara sendiri untuk mempertemukan k

